Pengelompokan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Konsumsi Kalori Per Kapita menggunakan Metode Self-organizing Maps (SOM) (Studi Kasus : Rata-Rata Konsumsi Kalori Per Kapita Di Indonesia Tahun 2025)
Abstract
Pembangunan sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan
kecukupan gizi. Pada tahun 2025, ketahanan pangan di Indonesia masih
menghadapi tantangan serius, ditandai dengan konsumsi energi rata-rata sebesar
2.073,43 kkal/kapita/hari yang masih berada di bawah kecukupan energi nasional
sebesar 2.100 kkal. Selain itu, terdapat variasi konsumsi energi antarprovinsi yang
dipengaruhi oleh perbedaan akses pangan, kondisi ekonomi, dan karakteristik
geografis wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan 38 provinsi di
Indonesia berdasarkan konsumsi energi dari 13 kelompok makanan guna
mengidentifikasi pola dan kecukupan konsumsi antarwilayah.Data yang digunakan
merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik. Metode Self-Organizing Maps
(SOM) digunakan untuk mengidentifikasi kesamaan pola konsumsi energi, dengan
penentuan jumlah kelompok optimal berdasarkan lima indeks validasi. Hasil
analisis menunjukkan bahwa dua kelompok merupakan jumlah optimal dengan
nilai Dunn Index sebesar 0.4237, Silhouette Coefficient sebesar 0.3543,
Connectivity sebesar 5.3996. Kelompok 1 terdiri dari 16 provinsi dengan rata-rata
konsumsi 1,938.92 kkal/kapita/hari dan didominasi oleh umbi-umbian, sedangkan
Kelompok 2 terdiri dari 22 provinsi dengan rata-rata konsumsi 2.083,39
kkal/kapita/hari dan didominasi oleh minyak serta makanan olahan. Uji normalitas
Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa tidak semua variabel berdistribusi normal,
sehingga digunakan uji independent sample t-test dan Mann–Whitney. Hasil
pengujian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada beberapa kelompok
komoditas pangan antar kelompok.Penelitian ini menunjukkan bahwa pola
konsumsi energi antarwilayah di Indonesia tidak merata, sehingga diperlukan
kebijakan diversifikasi
Collections
- Statistics [1327]
