Faktor Determinan Keluarga Berisiko Stunting di Jawa Barat Menggunakan XGBoost Regression pada Shapley Additive Explanations
Abstract
Stunting merupakan permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap
kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas
2045. Pemerintah melakukan upaya penurunan stunting, melalui pendataan
keluarga berisiko stunting. Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan
jumlah keluarga berisiko stunting tertinggi secara nasional pada tahun 2024.
Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan keluarga berisiko stunting
di Provinsi Jawa Barat menggunakan metode XGBoost Regression dengan
interpretasi Shapley Additive Explanations. Variabel yang dianalisis meliputi faktor
risiko langsung atau spesifik, yaitu anemia pada calon pengantin wanita dan
kekurangan energi kronis pada ibu hamil. Kemudian, faktor risiko tidak langsung
atau sensitif mencakup kepemilikan jamban yang layak, akses air minum layak,
kondisi empat terlalu pada pasangan usia subur, partisipasi penggunaan kontrasepsi
modern, penduduk bekerja, dan tingkat pendidikan terakhir wanita. Hasil
menunjukkan bahwa model XGBoost Regression dengan optimasi hyperparameter
menggunakan RandomSearchCV memberikan performa terbaik pada kelompok
faktor risiko spesifik maupun sensitif. Berdasarkan interpretasi SHAP, kekurangan
energi kronis pada ibu hamil merupakan faktor determinan utama pada kelompok
risiko spesifik dengan rata-rata nilai SHAP mutlak sebesar 1.39, sementara keluarga
yang tidak memiliki jamban layak menjadi faktor determinan utama pada kelompok
risiko sensitif dengan rata-rata nilai SHAP mutlak sebesar 7.62. Hasil ini
menegaskan bahwa kondisi gizi ibu selama kehamilan dan kepemilikan jamban
layak merupakan prioritas utama yang perlu ditangani dalam upaya penurunan
keluarga berisiko stunting di Provinsi Jawa Barat.
Collections
- Statistics [1327]
