• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Statistics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Statistics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Faktor Determinan Keluarga Berisiko Stunting di Jawa Barat Menggunakan XGBoost Regression pada Shapley Additive Explanations

    Thumbnail
    View/Open
    22611092.pdf (3.376Mb)
    Date
    2026
    Author
    Luthfiyyah, Alyaa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Stunting merupakan permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah melakukan upaya penurunan stunting, melalui pendataan keluarga berisiko stunting. Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah keluarga berisiko stunting tertinggi secara nasional pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan keluarga berisiko stunting di Provinsi Jawa Barat menggunakan metode XGBoost Regression dengan interpretasi Shapley Additive Explanations. Variabel yang dianalisis meliputi faktor risiko langsung atau spesifik, yaitu anemia pada calon pengantin wanita dan kekurangan energi kronis pada ibu hamil. Kemudian, faktor risiko tidak langsung atau sensitif mencakup kepemilikan jamban yang layak, akses air minum layak, kondisi empat terlalu pada pasangan usia subur, partisipasi penggunaan kontrasepsi modern, penduduk bekerja, dan tingkat pendidikan terakhir wanita. Hasil menunjukkan bahwa model XGBoost Regression dengan optimasi hyperparameter menggunakan RandomSearchCV memberikan performa terbaik pada kelompok faktor risiko spesifik maupun sensitif. Berdasarkan interpretasi SHAP, kekurangan energi kronis pada ibu hamil merupakan faktor determinan utama pada kelompok risiko spesifik dengan rata-rata nilai SHAP mutlak sebesar 1.39, sementara keluarga yang tidak memiliki jamban layak menjadi faktor determinan utama pada kelompok risiko sensitif dengan rata-rata nilai SHAP mutlak sebesar 7.62. Hasil ini menegaskan bahwa kondisi gizi ibu selama kehamilan dan kepemilikan jamban layak merupakan prioritas utama yang perlu ditangani dalam upaya penurunan keluarga berisiko stunting di Provinsi Jawa Barat.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63822
    Collections
    • Statistics [1327]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV