Show simple item record

dc.contributor.authorKurniawan, Muhammad Alif
dc.date.accessioned2026-06-25T07:22:37Z
dc.date.available2026-06-25T07:22:37Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63737
dc.description.abstractFondasi tiang merupakan elemen struktur bawah yang berfungsi menyalurkan beban bangunan ke lapisan tanah pendukung yang memiliki kapasitas dukung memadai. Pada proyek gedung bertingkat, seperti Proyek Pembangunan Rumah Sakit Pandu Bogor, perencanaan fondasi tiang memerlukan analisis yang komprehensif untuk memastikan keamanan terhadap daya dukung dan kriteria penurunan yang diizinkan. Data Standard Penetration Test (SPT) sering digunakan sebagai dasar evaluasi parameter tanah dalam tahap perencanaan awal karena ketersediaannya yang luas dan kemudahan interpretasinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung dan penurunan fondasi tiang berdasarkan data SPT guna memperoleh gambaran perilaku fondasi secara teknis dan terukur. Analisis daya dukung tiang dilakukan menggunakan pendekatan empiris berbasis data SPT serta data laboratorium untuk menentukan kapasitas aksial tiang tunggal. Selanjutnya, evaluasi perilaku kelompok tiang dilakukan dengan bantuan perangkat lunak GROUP guna menganalisis distribusi gaya serta efisiensi tiang kelompok akibat kombinasi pembebanan struktur. Analisis penurunan fondasi dilakukan melalui metode analitis dan pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak PLAXIS dan GROUP dengan mempertimbangkan kombinasi beban layan. Hasil dari analisis analitis dan numerik tersebut kemudian dibandingkan untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap respons fondasi tiang dalam mendukung beban bangunan Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi tanah pada lokasi penelitian terdiri atas lapisan lempung plastis hingga kedalaman ±10 m dan lapisan pasir padat (sand dense) pada kedalaman 10– 30 m. Perhitungan daya dukung menunjukkan bahwa tiang pancang berdiameter 60 cm dengan kedalaman 12 m memiliki kapasitas sebesar 161,82–217,21 ton, sedangkan tiang bor berdiameter 80 cm dengan kedalaman 18 m memiliki kapasitas yang lebih besar, yaitu 215,24–281,37 ton, sehingga lebih sesuai diterapkan pada kawasan padat permukiman untuk meminimalkan getaran. Hasil analisis distribusi beban menunjukkan bahwa gaya aksial maksimum sebesar 1763 kN masih berada di bawah kapasitas izin sebesar 2111,5 kN dan tidak terjadi gaya tarik pada tiang. Analisis penurunan menunjukkan bahwa penurunan elastik terbesar dari metode manual dan GROUP sebesar 3,3 cm, sedangkan analisis menggunakan PLAXIS menghasilkan penurunan maksimum sebesar 8,3 cm, namun seluruhnya masih berada di bawah batas penurunan izin sebesar 20,83 cm. Perbedaan hasil penurunan tersebut dipengaruhi oleh asumsi perilaku tanah, di mana GROUP dan metode Poulos & Davis berbasis elastis linier, sedangkan PLAXIS mempertimbangkan perilaku tanah non- linier secara lebih konservatif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPenurunanen_US
dc.subjectFondasi Tiangen_US
dc.subjectDaya Dukungen_US
dc.subjectSPTen_US
dc.subjectGROUPen_US
dc.subjectPLAXISen_US
dc.titleAnalisis Daya Dukung dan Penurunan Tiang Terhadap Variasi Metode Konfigurasi Tiang Kelompok Berdasarkan Data SPT dan Pengujian Laboratorium Melalui Perbandingan Metode Analitis dan Pemodelan Numeriken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21511226


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record