Analisis Daya Dukung dan Penurunan Tiang Terhadap Variasi Metode Konfigurasi Tiang Kelompok Berdasarkan Data SPT dan Pengujian Laboratorium Melalui Perbandingan Metode Analitis dan Pemodelan Numerik
Abstract
Fondasi tiang merupakan elemen struktur bawah yang berfungsi menyalurkan beban
bangunan ke lapisan tanah pendukung yang memiliki kapasitas dukung memadai. Pada proyek
gedung bertingkat, seperti Proyek Pembangunan Rumah Sakit Pandu Bogor, perencanaan fondasi
tiang memerlukan analisis yang komprehensif untuk memastikan keamanan terhadap daya dukung
dan kriteria penurunan yang diizinkan. Data Standard Penetration Test (SPT) sering digunakan
sebagai dasar evaluasi parameter tanah dalam tahap perencanaan awal karena ketersediaannya yang
luas dan kemudahan interpretasinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
daya dukung dan penurunan fondasi tiang berdasarkan data SPT guna memperoleh gambaran
perilaku fondasi secara teknis dan terukur.
Analisis daya dukung tiang dilakukan menggunakan pendekatan empiris berbasis data SPT
serta data laboratorium untuk menentukan kapasitas aksial tiang tunggal. Selanjutnya, evaluasi
perilaku kelompok tiang dilakukan dengan bantuan perangkat lunak GROUP guna menganalisis
distribusi gaya serta efisiensi tiang kelompok akibat kombinasi pembebanan struktur. Analisis
penurunan fondasi dilakukan melalui metode analitis dan pemodelan numerik menggunakan
perangkat lunak PLAXIS dan GROUP dengan mempertimbangkan kombinasi beban layan. Hasil
dari analisis analitis dan numerik tersebut kemudian dibandingkan untuk memperoleh pemahaman
yang lebih menyeluruh terhadap respons fondasi tiang dalam mendukung beban bangunan
Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi tanah pada lokasi penelitian terdiri atas lapisan
lempung plastis hingga kedalaman ±10 m dan lapisan pasir padat (sand dense) pada kedalaman 10–
30 m. Perhitungan daya dukung menunjukkan bahwa tiang pancang berdiameter 60 cm dengan
kedalaman 12 m memiliki kapasitas sebesar 161,82–217,21 ton, sedangkan tiang bor berdiameter
80 cm dengan kedalaman 18 m memiliki kapasitas yang lebih besar, yaitu 215,24–281,37 ton,
sehingga lebih sesuai diterapkan pada kawasan padat permukiman untuk meminimalkan getaran.
Hasil analisis distribusi beban menunjukkan bahwa gaya aksial maksimum sebesar 1763 kN masih
berada di bawah kapasitas izin sebesar 2111,5 kN dan tidak terjadi gaya tarik pada tiang. Analisis
penurunan menunjukkan bahwa penurunan elastik terbesar dari metode manual dan GROUP sebesar
3,3 cm, sedangkan analisis menggunakan PLAXIS menghasilkan penurunan maksimum sebesar 8,3
cm, namun seluruhnya masih berada di bawah batas penurunan izin sebesar 20,83 cm. Perbedaan
hasil penurunan tersebut dipengaruhi oleh asumsi perilaku tanah, di mana GROUP dan metode
Poulos & Davis berbasis elastis linier, sedangkan PLAXIS mempertimbangkan perilaku tanah non-
linier secara lebih konservatif.
Collections
- Civil Engineering [4814]
