| dc.description.abstract | Indonesia menghadapi tantangan kesehatan masyarakat berupa triple
burden diseases dengan Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai salah satu yang
paling mengkhawatirkan. PTM hipertensi menempati posisi penting karena
prevalensinya yang tinggi dan sifatnya sebagai "silent killer" yang sering tanpa
gejala namun berdampak serius pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pelayanan penyakit
tidak menular hipertensi dan dinamika penyaluran dana BOK di puskesmas di
Kabupaten Gunungkidul. Metode analisis dalam penelitian menggunakan
Sequential Explanatory atau metode campuran yang terdiri dari dua tahap analisis,
yaitu analisis kuantitatif dan dilanjutkan dengan analisis kualitatif. Hasil analisis
kuantitatif menggunakan multiple regression menunjukkan bahwa variabel SDM,
Patuh dan Nakes Diklat berpengaruh signifikan, sedangkan variabel dana BOK
tidak berpengaruh signifikan terhadap pelayanan pasien hipertensi di Kabupaten
Gunungkidul. Kemudian, hasil analisis kualitatif melalui FGD menunjukkan bahwa
dana BOK berperan sebagai faktor pendukung dalam sistem pelayanan pasien
hipertensi tetapi bukan determinan utama capaian layanan kesehatan secara
menyeluruh. Dana BOK yang dialokasikan cenderung terbatas pada fleksibilitas
kebijakan dan belum berbasis beban penyakit. | en_US |