Show simple item record

dc.contributor.authorIlmannavi, Zidni
dc.date.accessioned2026-06-20T06:42:59Z
dc.date.available2026-06-20T06:42:59Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63578
dc.description.abstractIslamofobia mengalami peningkatan di Inggris selama periode 2018–2023 yang dipengaruhi oleh dinamika politik, sosial, dan media. Penelitian ini menganalisis upaya faith-based diplomacy Nahdlatul Ulama (NU) sebagai aktor non-negara dalam merespons fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kerangka analisis faith-based diplomacy dan second-track diplomacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU menjalankan diplomasi berbasis nilai keagamaan melalui tiga pendekatan utama, yaitu dialog lintas agama untuk membangun saling pengertian, diplomasi budaya dan intelektual untuk mempromosikan Islam moderat, serta penguatan jejaring diaspora melalui Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Inggris. Upaya tersebut berfungsi sebagai kontra-narasi terhadap Islamofobia dengan menegaskan Islam sebagai agama yang inklusif, humanis, dan kompatibel dengan masyarakat plural. Penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam diplomasi non-negara untuk membangun kepercayaan, memperkuat kohesi sosial, dan meningkatkan toleransi antarumat beragama di Inggris.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNahdlatul Ulamaen_US
dc.subjectIslamofobiaen_US
dc.subjectDiplomasi Non-Negaraen_US
dc.subjectFaith-Based Diplomacyen_US
dc.titleAnalisis Faith-based Diplomacy Nahdlatul Ulama terhadap Islamophobia di Inggris Tahun 2018-2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323207


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record