Analisis Faith-based Diplomacy Nahdlatul Ulama terhadap Islamophobia di Inggris Tahun 2018-2023
Abstract
Islamofobia mengalami peningkatan di Inggris selama periode 2018–2023 yang
dipengaruhi oleh dinamika politik, sosial, dan media. Penelitian ini menganalisis
upaya faith-based diplomacy Nahdlatul Ulama (NU) sebagai aktor non-negara
dalam merespons fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan kerangka analisis faith-based diplomacy dan second-track diplomacy. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa NU menjalankan diplomasi berbasis nilai
keagamaan melalui tiga pendekatan utama, yaitu dialog lintas agama untuk
membangun saling pengertian, diplomasi budaya dan intelektual untuk
mempromosikan Islam moderat, serta penguatan jejaring diaspora melalui
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Inggris. Upaya tersebut
berfungsi sebagai kontra-narasi terhadap Islamofobia dengan menegaskan Islam
sebagai agama yang inklusif, humanis, dan kompatibel dengan masyarakat plural.
Penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi keagamaan memiliki peran strategis
dalam diplomasi non-negara untuk membangun kepercayaan, memperkuat kohesi
sosial, dan meningkatkan toleransi antarumat beragama di Inggris.
Collections
- International Relations [959]
