Evaluasi Efektivitas Penyusunan dan Pengendalian Anggaran Operasional di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyusunan dan pengendalian
anggaran operasional pada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 dalam
kerangka management control system. Metode yang digunakan adalah penelitian
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-
terstruktur dengan Senior Manager Anggaran, Senior Manager Pelaporan, serta staf yang
terlibat dalam proses penyusunan dan pengendalian anggaran, serta melalui observasi
langsung terhadap proses penganggaran. Data sekunder diperoleh dari dokumen
perusahaan seperti laporan realisasi anggaran, RKAP, SOP, dan laporan pendukung
lainnya. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan secara simultan untuk memperoleh gambaran menyeluruh
mengenai efektivitas proses penganggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penyusunan anggaran operasional telah dilaksanakan secara terstruktur, partisipatif, dan
mengacu pada kebijakan serta standar operasional prosedur perusahaan. Proses
penyusunan melibatkan unit kerja, cabang, dan divisi fungsional dengan pembagian peran
yang jelas, serta didukung oleh penggunaan data historis dan sistem informasi terintegrasi
sehingga meningkatkan ketertelusuran dan konsistensi data. Namun, efektivitas
penyusunan masih dipengaruhi oleh perbedaan kualitas perencanaan dan kesiapan
antarunit kerja. Pengendalian anggaran dilakukan melalui sistem persetujuan berjenjang,
pembatasan pelepasan anggaran secara bertahap melalui konsep lock budget, serta
monitoring rutin melalui evaluasi bulanan dan pengawasan harian dalam proses
persetujuan transaksi. Mekanisme ini memungkinkan deteksi deviasi secara lebih dini
dan mendorong disiplin penggunaan anggaran. Hambatan yang dihadapi meliputi faktor
eksternal seperti perubahan kondisi pasar, fluktuasi nilai tukar, dan kebijakan korporasi,
serta faktor internal seperti percepatan serapan anggaran, keterlambatan pelaporan
realisasi, dan tantangan dalam pengklasifikasian jenis biaya. Secara keseluruhan, sistem
telah berjalan secara terstruktur, namun peningkatan koordinasi, ketelitian, dan
kemampuan adaptif tetap diperlukan untuk mendukung efektivitas pengelolaan anggaran
operasional.
Collections
- Accounting [5068]
