Show simple item record

dc.contributor.authorAsmaradana, Sekar Ayu
dc.date.accessioned2026-06-20T04:25:49Z
dc.date.available2026-06-20T04:25:49Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63563
dc.description.abstractKekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang masih tinggi terjadi di Kota Semarang. Negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan kepada korban melalui Lembaga Layanan Rumah Aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak perempuan dan anak korban kekerasan melalui rumah aman serta mengidentifikasi faktor hambatan dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif perlindungan korban telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, namun dalam pelaksanaannya masih belum optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan fasilitas dan kapasitas rumah aman, lemahnya sistem keamanan, serta minimnya dukungan keluarga dan masyarakat akibat stigma terhadap korban. Kondisi tersebut berdampak pada rasa aman dan proses pemulihan korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan dan sarana prasarana rumah aman guna mewujudkan perlindungan yang berkeadilan dan berorientasi pada pemulihan korban.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKekerasan Perempuan dan Anaken_US
dc.subjectRumah Amanen_US
dc.subjectPerlindungan Hukumen_US
dc.subjectKota Semarangen_US
dc.titlePemenuhan Hak Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Melalui Lembaga Layanan Rumah Aman di Kota Semarangen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21410779


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record