• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Yuridis Kewenangan Lembaga Negara dalam menghitung Kerugian Keuangan Negara: Pembuktian Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 UU PTPK Juncto Pasal 603 dan Pasal 604 KUHP Nasional Pasca-putusan MK Nomor 25/PUU- XIV/2016

    Thumbnail
    View/Open
    22410464.pdf (2.012Mb)
    22410464 Bab 1.pdf (352.0Kb)
    22410464 Daftar Pustaka.pdf (191.2Kb)
    Date
    2026
    Author
    Cahyadi, Farifky Wahyu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016 mengubah kualifikasi delik korupsi dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor juncto Pasal 603 dan Pasal 604 KUHP Baru, dari delik formil (potential loss) menjadi delik materiil (actual loss). Perubahan ini mensyaratkan adanya akibat nyata berupa kerugian keuangan negara yang harus dibuktikan secara pasti. Penelitian ini bertujuan menganalisis kewenangan lembaga audit dalam pembuktian tersebut serta implikasi yuridisnya terhadap kepastian hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan adanya disharmoni hukum antara Putusan MK yang mensyaratkan audit BPK sebagai bukti mutlak, dengan SEMA Nomor 2 Tahun 2024 yang melonggarkan sumber audit (non-BPK). Dualisme ini mengakibatkan disparitas pemidanaan di pengadilan. Penelitian ini juga menyoroti urgensi pembatasan kewenangan ‘Pengamatan Hakim’ dalam KUHAP Baru (UU No. 20 Tahun 2025) agar tetap dalam koridor kualitatif. Penelitian menyimpulkan bahwa validitas pembuktian actual loss secara metodologis hanya dapat dipenuhi melalui Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang merupakan otoritas eksklusif BPK. Diperlukan harmonisasi regulasi internal Mahkamah Agung dan konsistensi hakim dalam menerapkan standar pembuktian materiil guna menjamin kepastian hukum.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63559
    Collections
    • Law [3503]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV