Implikasi Kelembagaan Otorita Ibu Kota Nusantara Terhadap Koherensi Sistem Pemerintahan Daerah dan Prinsip Negara Kesatuan
Abstract
Penelitian ini menganalisis implikasi kelembagaan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN)
terhadap koherensi sistem pemerintahan daerah dan prinsip negara kesatuan. Latar
belakang penelitian ini adalah adanya anomali struktur pemerintahan IKN yang
menggabungkan fungsi kementerian dan pemerintah daerah tanpa mekanisme
demokrasi lokal langsung. Rumusan masalah berfokus pada kedudukan kelembagaan
OIKN dalam perspektif negara kesatuan serta implikasi yuridisnya terhadap sistem
pengawasan pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Metode penelitian yang
digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan
konseptual. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kedudukan OIKN dikualifikasikan
sebagai model dekonsentrasi asimetris, di mana urusan daerah dikelola langsung oleh
perpanjangan tangan pemerintah pusat secara organik. Implikasi utamanya adalah
terjadinya pergeseran mekanisme check and balances, di mana fungsi pengawasan
beralih sepenuhnya ke tingkat nasional (DPR-RI) dan lembaga negara tambahan akibat
ditiadakannya Pilkada dan DPRD di wilayah IKN. Meskipun konstitusional, model ini
menciptakan inkoherensi dalam sistem otonomi daerah dan tantangan bagi demokrasi
lokal, sehingga memerlukan penguatan partisipasi masyarakat yang bermakna
(meaningful participation) sesuai mandat Putusan MK untuk menjaga keseimbangan
kekuasaan dalam bingkai negara kesatuan.
Collections
- Law [3503]
