Show simple item record

dc.contributor.authorPutra, Ahmad Shafa Faadhilah Raza
dc.date.accessioned2026-06-17T05:04:25Z
dc.date.available2026-06-17T05:04:25Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63472
dc.description.abstractLatar belakang : Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan retrovirus yang menyerang sel T CD4+, melemahkan sistem imun, dan dapat berkembang menjadi AIDS jika tidak diintervensi dengan Antiretroviral Therapy (ART). Indonesia memiliki prevalensi HIV tinggi, dengan Jawa Tengah menempati peringkat keempat nasional. Kabupaten Jepara menyumbang angka kasus signifikan, menempati posisi ketiga tertinggi di Jawa Tengah. Luaran terapi yang buruk, seperti Loss to Follow Up (LTFU) dan kematian, menjadi hambatan utama pencapaian target eliminasi 95-95-95 pada tahun 2030. Di Kabupaten Jepara, Klinik Matahari RSUD R.A Kartini menjadi pusat rujukan yang memerlukan evaluasi terhadap faktor-faktor yang menentukan luaran terapi pasien. Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografi (umur, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, kelompok populasi, dan lokasi) dengan luaran terapi pasien HIV di Klinik Matahari RSUD R.A. Kartini Jepara periode 2023-2025. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan Penelitian kuantitatif analitik dengan desain observasional cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis database Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA) RSUD R.A. Kartini Jepara. Sampel penelitian berjumlah 178 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data mencakup uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (Regresi Logistik). Hasil penelitian : Dari 178 pasien HIV/AIDS di RSUD R.A. Kartini Jepara pada tahun 2023-2025 didapatkan subjek penelitian didominasi oleh laki-laki (58,4%), kelompok usia produktif 31–40 tahun (30,9%), dan berdomisili di wilayah pedesaan (82,6%). Luaran klinis menunjukkan 49,4% pasien sedang menjalani pengobatan, 34,8% mengalami LTFU, dan 10,7% meninggal dunia. Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara kelompok usia 31–40 tahun (p = 0,04; OR = 4,28) serta kategori populasi umum (p = 0,01; OR = 5,08) terhadap risiko kegagalan tindak lanjut. Analisis multivariat menunjukkan tidak ada variabel sosiodemografi yang menjadi prediktor independen tunggal (p > 0,05) setelah disesuaikan dalam model statistik. Kesimpulan : Kegagalan retensi pengobatan di Klinik Matahari RSUD R.A. Kartini Jepara bersifat multifaktorial, dengan risiko kegagalan tindak lanjut yang lebih tinggi ditemukan pada kelompok usia produktif dan populasi umum..en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHIVen_US
dc.subjectAIDSen_US
dc.subjectSosiodemografien_US
dc.subjectLuaran Terapien_US
dc.subjectLoss To Follow Upen_US
dc.subjectJeparaen_US
dc.titleHubungan Faktor Sosiodemografi dengan Luaran Terapi Pasien HIV AIDS Klinik Matahari R.S.U R.A Kartini Jepara Tahun 2023-2025en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20711076


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record