• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Psychology
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Psychology
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan antara Burnout dengan Komitmen Afektif pada Perawat RSU Serang

    Thumbnail
    View/Open
    07320102.pdf (4.585Mb)
    07320102 lampiran.pdf (249.3Kb)
    Date
    2011
    Author
    Hindrayani, Novi Wahyu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara burnout terhadap komitmen afektif pada perawat RSUD Serang. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara burnout terhadap komitmen afektif pada perawat. Semakin tinggi tingkat burnout yang dimiliki perawat, maka semakin rendah tingkat komitmen afektif pada perawat, sebaliknya semakin rendah tingkat burnout maka semakin tinggi tingkat komitmen afektif pada perawat. Subjek dalam penelitian ini adalah perawat RSUD Serang yang telah bekerja minimal 1 tahun, baik laki-laki maupun perempuan dengan pendidikan minimal SLTA. Subjek yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini berjumlah 110 orang. Alat ukur yang digunakan pada variabel burnout ini mengacu pada teori Maslach dan Jackson (Sulsky & Smith, 2005), sedangkan alat ukur pada variabel komitmen afektif mengacu pada teori Meyer dan Allen's (Margono, 2009). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSS 17.0 for Windows. Hasil analisis data dengan tekhnik korelasi Product Moment dari Karl Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) = -0,516 dengan p = 0,000 (p<0,01). Artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara burnout dengan komitmen afektif pada perawat. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat burnout yang dimiliki perawat, maka semakin rendah tingkat komitmen afektif pada perawat, sebaliknya semakin rendah tingkat burnout maka semakin tinggi tingkat komitmen afektif pada perawat. Sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Analisis koefisien determinasi (r2) pada korelasi antara burnout dengan komitmen afektif pada perawat menunjukkan angka sebesar 0,266, berarti burnout memberikan sumbangan sebesar 26,6% terhadap komitmen afektif.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/63461
    Collections
    • Psychology [2602]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV