Hubungan antara Burnout dengan Komitmen Afektif pada Perawat RSU Serang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara burnout terhadap komitmen afektif pada perawat RSUD Serang. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara burnout terhadap komitmen afektif pada perawat. Semakin tinggi tingkat burnout yang dimiliki perawat, maka semakin rendah tingkat komitmen afektif pada perawat, sebaliknya semakin rendah tingkat burnout maka semakin tinggi tingkat komitmen afektif pada perawat. Subjek dalam penelitian ini adalah perawat RSUD Serang yang telah bekerja minimal 1 tahun, baik laki-laki maupun perempuan dengan pendidikan minimal SLTA. Subjek yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini berjumlah 110 orang. Alat ukur yang digunakan pada variabel burnout ini mengacu pada teori Maslach dan Jackson (Sulsky & Smith, 2005), sedangkan alat ukur pada variabel komitmen afektif mengacu pada teori Meyer dan Allen's (Margono, 2009). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSS 17.0 for Windows. Hasil analisis data dengan tekhnik korelasi Product Moment dari Karl Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) = -0,516 dengan p = 0,000 (p<0,01). Artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara burnout dengan komitmen afektif pada perawat. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat burnout yang dimiliki perawat, maka semakin rendah tingkat komitmen afektif pada perawat, sebaliknya semakin rendah tingkat burnout maka semakin tinggi tingkat komitmen afektif pada perawat. Sehingga hipotesis penelitian ini diterima. Analisis koefisien determinasi (r2) pada korelasi antara burnout dengan komitmen afektif pada perawat menunjukkan angka sebesar 0,266, berarti burnout memberikan sumbangan sebesar 26,6% terhadap komitmen afektif.
Collections
- Psychology [2602]
