Show simple item record

dc.contributor.authorHarnando, Novalo
dc.date.accessioned2026-06-17T02:09:18Z
dc.date.available2026-06-17T02:09:18Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63448
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterbukaan perdagangan, foreign direct investment (FDI), pengeluaran pemerintah, inflasi, dan tenaga kerja terhadap PDB pada tujuh negara anggota G20 di kawasan Asia, yaitu Jepang, Korea Selatan, India, Indonesia, Arab Saudi, Turki, dan Rusia. Penelitian menggunakan data panel dengan rentang waktu 2003-2021, yang diperoleh dari World Bank. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan model efek tetap (Fixed Effect Model/FEM) sebagai model terbaik berdasarkan uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keterbukaan perdagangan, pengeluaran pemerintah, dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDB. Sebaliknya, variabel FDI dan inflasi terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDB di tujuh negara tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi ekonomi melalui perdagangan internasional, peran aktif belanja pemerintah, dan kapasitas tenaga kerja merupakan faktor penting dalam mendorong PDB. Namun demikian, arus FDI yang tidak stabil serta tekanan inflasi dapat menjadi faktor penghambat pertumbuhan PDB di negara-negara G20 yang diteliti.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPDBen_US
dc.subjectKeterbukaan Perdaganganen_US
dc.subjectPengeluaran Pemerintahen_US
dc.subjectInflasi dan Tenaga Kerjaen_US
dc.titlePengaruh Keterbukaan Perdagangan, FDI, Pengeluaran Pemerintah, Inflasi dan Tenaga Kerja Terhadap PDB di 7 Negara Anggota G20en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20313368


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record