| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan
terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia pada periode 2013-2020. Inklusi
keuangan dalam penelitian ini diukur melalui tiga indikator, yaitu jumlah mesin
ATM (Number of ATMs), total simpanan (outstanding deposit), dan total pinjaman
(outstanding loan), dengan pertumbuhan populasi digunakan sebagai variabel
kontrol. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
eksplanatori, serta analisis regresi data panel menggunakan Fixed Effect Model
(FEM) terhadap 35 negara yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data
penelitian diperoleh dari publikasi World Bank dan IMF. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tidak semua indikator inklusi keuangan berpengaruh
signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Outstanding loan dan jumlah ATM
tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara itu,
outstanding deposit berpengaruh negatif dan signifikan, menunjukkan bahwa
peningkatan simpanan masyarakat di lembaga keuangan belum teralokasi optimal
ke sektor produktif. Variabel kontrol, yaitu pertumbuhan populasi, berpengaruh
positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara simultan, variabel
independent dan kontrol berpengaruh signifikan dengan nilai R-squared (within)
sebesra 36,55%. Temuan ini menegaskan bahwa perlu adanya optimalisasi fungsi
intermediasi keuangan dan penguatan kebijakan literasi serta digitalisasi layanan
keuangan agar inklusi keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara
lebih efektif. | en_US |