| dc.contributor.author | Mahdavikia, Rayana | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-15T08:37:25Z | |
| dc.date.available | 2026-06-15T08:37:25Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | dspace.uii.ac.id/123456789/63433 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi karena perkembangan teknologi yang semakin pesat
membawa dampak positif dan dampak negatif bagi masyaraka. Salah satu dampak
negatifnya munculnya tindak pidana peretasan. Berdasarkan data dari Ditreskrimsus
Polda DIY yang mencatat bahwa pada tahun 2023 hingga 2025 terdapat 21 kasus
peretasan di Yogyakarta. Disamping itu juga tindak pidana peretasan memiliki Tingkat
kerumitan dalam penyidikan untuk menemukan pelaku tindak pidana peretasan maka dari
itu dibutuhkan ilmu bantu yaitu digital forensic untuk membantu penyidik kepolisian
daerah Istimewa Yogyakarta dalam melakukan penyidikan tindak pidana peretasan. Dari
latar belakang tersebut memunculkan rumusan masalah yaitu bagaimana penerapan Ilmu
Bantu Digital Forensik dalam pengungkapan pelaku Tindak Pidana Peretasan Oleh
Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagaimana Penyidik Kepolisian Daerah
Istimewa Yogyakarta menerapkan ilmu bantu digital forensik dalam pengungkapan Tindak
Pidana Peretasan dan Apa yang menjadi hambatan bagi penyidik pada Kepolisian Daerah
Istimewa Yogyakarta dalam pemanfaatan ilmu bantu digital forensik untuk mengungkap
pelaku tindak pidana peretasan. Metode penelitian hukum yang digunakan adalah empiris
dan pendekatan yuridis sosilogis. Data yang digunakan yakni data primer dengan
wawancara langsung dan data sekunder dari studi literatur serta dianalisis secara metode
deskriptif-kualitatif dengan subyek penelitian yaitu Subdit V Siber, Ditreskrimsus Polda
Daerah Istimewa Yogyakarta. Diharapkan penelitian ini untuk menjadi bahan masukan
bagi Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta dalam penerapan Ilmu Bantu Digital
Forensik dalam mengungkap pelaku Tindak Pidana Peretasan. Dalam penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis penerapan Ilmu Bantu Digital Forensik dalam
pengungkapan Pelaku Tindak Pidana Peretasan Oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital forensik telah diterapkan secara konsisten
sebagai instrumen utama dalam proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana
peretasan. Namun demikian, dalam penerapanya masih dijumpai beberapa hambatan
yaitu keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang
digital forensik, serta belum optimalnya regulasi dan pengaturan hukum yang secara
komperhensif mengatur standar, prosedur, dan kedudukan hasil digital forensik dalam
sistem pembuktian hukum acara pidana. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Digital Forensik | en_US |
| dc.subject | Tindak Pidana Siber | en_US |
| dc.subject | Tindak Pidana Peretasan | en_US |
| dc.subject | Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta | en_US |
| dc.title | Penerapan Ilmu Bantu Digital Forensik dalam Pengungkapan Pelaku Tindak Pidana Peretasan Oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 22410637 | |