| dc.description.abstract | Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia
dan berpotensi menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa. Provinsi
Jawa Barat termasuk wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang relatif tinggi
karena berada di zona pertemuan lempeng tektonik serta dilalui oleh sejumlah sesar
aktif. Salah satu parameter utama untuk mengukur tingkat guncangan gempa adalah
Peak Ground Acceleration (PGA), yang merepresentasikan percepatan maksimum
getaran tanah pada suatu lokasi. Untuk memetakan distribusi spasial nilai PGA di
wilayah Jawa Barat, penelitian ini menggunakan pendekatan interpolasi
geostatistika, yaitu Ordinary Kriging (OK) dan Universal Kriging (UK). Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola distribusi spasial nilai PGA,
membandingkan hasil interpolasi antara metode OK dan UK, serta menentukan
metode interpolasi dengan performa terbaik. Evaluasi kinerja model dilakukan
menggunakan indikator Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Absolute
Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi nilai PGA
di Jawa Barat tidak bersifat acak dan memiliki autokorelasi spasial positif (Moran’s
I = 0.582; p-value < 2.2 × 10−16). Interpolasi menggunakan OK menghasilkan
rentang nilai PGA sebesar 8.455–43.435 gal, sedangkan UK menghasilkan rentang
9.366–46.505 gal. Berdasarkan evaluasi akurasi, metode UK menunjukkan kinerja
yang lebih baik dengan nilai RMSE sebesar 5.207 dan MAPE sebesar 21.50%,
dibandingkan OK yang memiliki RMSE sebesar 6.894 dan MAPE sebesar 23.45%.
Oleh karena itu, Universal Kriging dinilai lebih optimal dalam menginterpolasi
distribusi nilai PGA di Provinsi Jawa Barat selama periode penelitian. | en_US |