| dc.description.abstract | Kondisi perekonomian suatu negara salah satunya dapat dilihat dari kinerja pasar modal. Kinerja pasar modal dapat di ukur dengan melihat naik turunnya indeks harga saham. Indeks harga saham yang menggambarkan kinerja perusahaan di Indonesia yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga setiap saat mengalami fluktuasi. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui pengaruh BI rate, inflasi, kurs Rupiah terhadap Dollar AS, kurs Rupiah terhadap Yuan China, Indeks Shanghai Composite (SSEC), dan Indeks S&P 500 terhadap IHSG periode Agustus 2011 – Juli 2016. Penelitian ini menggunakan metode Error Correction Mechanism (ECM) untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam jangka pendek dan jangka panjang. Hasil pengujian data menunjukkan bahwa dalam jangka pendek variabel kurs Rupiah terhadap Dollar AS dan Yuan China, Indeks SSEC, Inflasi dan BI rate tidak signifikan terhadap IHSG, sedangkan Indeks S&P 500 signifikan terhadap IHSG. Dalam jangka panjang, kurs Rupiah terhadap Yuan China, Indeks SSEC, Inflasi dan BI rate tidak signifikan terhadap IHSG sedangkan, kurs Rupiah terhadap Dollar AS dan Indeks S&P 500 berpengaruh signifikan terhadap IHSG. | en_US |