| dc.description.abstract | Latar Belakang : Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat
utama di Indonesia sehingga penggunaan antibiotik sangat tinggi, namun
penggunaan yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik
yang berdampak pada mutu pelayanan kesehatan, morbiditas, mortalitas, dan
biaya pengobatan. Data nasional dan regional menunjukkan tingginya
penggunaan antibiotik tanpa resep dokter, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung yang berada di atas rata-rata nasional. Puskesmas Lampur di Kabupaten
Bangka Tengah melayani wilayah dengan prevalensi penyakit infeksi yang cukup
tinggi dan antibiotik seperti amoksisilin sering diresepkan, namun hingga kini
belum terdapat evaluasi sistematis terhadap penggunaannya. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik di Puskesmas
Lampur Bangka Tengah berdasarkan jenis antibiotik, dosis, frekuensi, indikasi,
rute, dan durasi penggunaan menggunakan metode Gyssens sebagai standar
evaluasi kualitatif peresepan antibiotik, guna mendukung penggunaan antibiotik
yang rasional dan pengendalian AMR di pelayanan kesehatan primer.
Tujuan penelitian : Mengetahui hasil evaluasi penggunaan antibiotik dari aspek
jenis antibiotik, dosis, frekuensi pemberian, indikasi penggunaan, rute pemberian
dan durasi penggunaan pada pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Lampur
Bangka Tengah.
Metode Penelitian : Penelitian merupakan penelitian observasioanal dengan
pendekatan purposive sampling secara retrospektif tanpa intervensi apapun.
Desain penelitian adalah deskriprif kuantitatif untuk mengevaluasi penggunaan
antibiotik di Puskesmas Lampur Bangka Tengah. Jumlah sampel yang memenuhi
kriteria inklusi adalah 795 pasien. Analisis dilakukan secara univariat
menggunakan tabel distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan
crosstabulation.
Hasil Penelitian : Dari 795 Pasien yang menggunakan antibiotik di Puskesmas
Lampur Bangka Tengah didapatkan sebagaian besar merupakan perempuan
(61,9%), berusia 19-44 tahun (57,4%), berat badan 40-60 kg (61%), tinggi badan
140-160 cm (72,2%), status BMI normal 39,9% dan status pembiayaan BPJS
(73,8%). Karakteristik pasien yang sering diindikasikan adalah pulpitis (38,87%).
Penggunaan antibiotik tunggal yang sering diberikan adalah amoksisilin 500 mg
Tablet (87,37%) dan penggunaan antibiotik kombinasi tertinggi amoksisilin &
metronidazol (50,82%). Evaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metode
gyssens menunjukkan rasionalitas (kategori 0) sebesar 53,82%.
Kesimpulan : Evaluasi penggunaan antibiotik di Puskesmas Lampur Bangka
Tengah menunjukkan angka yang cukup besar pada penggunaan antibiotik. | en_US |