Show simple item record

dc.contributor.authorHattamawaldi, Aulia
dc.date.accessioned2026-06-08T04:47:14Z
dc.date.available2026-06-08T04:47:14Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63321
dc.description.abstractLatar Belakang : Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia sehingga penggunaan antibiotik sangat tinggi, namun penggunaan yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik yang berdampak pada mutu pelayanan kesehatan, morbiditas, mortalitas, dan biaya pengobatan. Data nasional dan regional menunjukkan tingginya penggunaan antibiotik tanpa resep dokter, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berada di atas rata-rata nasional. Puskesmas Lampur di Kabupaten Bangka Tengah melayani wilayah dengan prevalensi penyakit infeksi yang cukup tinggi dan antibiotik seperti amoksisilin sering diresepkan, namun hingga kini belum terdapat evaluasi sistematis terhadap penggunaannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik di Puskesmas Lampur Bangka Tengah berdasarkan jenis antibiotik, dosis, frekuensi, indikasi, rute, dan durasi penggunaan menggunakan metode Gyssens sebagai standar evaluasi kualitatif peresepan antibiotik, guna mendukung penggunaan antibiotik yang rasional dan pengendalian AMR di pelayanan kesehatan primer. Tujuan penelitian : Mengetahui hasil evaluasi penggunaan antibiotik dari aspek jenis antibiotik, dosis, frekuensi pemberian, indikasi penggunaan, rute pemberian dan durasi penggunaan pada pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Lampur Bangka Tengah. Metode Penelitian : Penelitian merupakan penelitian observasioanal dengan pendekatan purposive sampling secara retrospektif tanpa intervensi apapun. Desain penelitian adalah deskriprif kuantitatif untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik di Puskesmas Lampur Bangka Tengah. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi adalah 795 pasien. Analisis dilakukan secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan crosstabulation. Hasil Penelitian : Dari 795 Pasien yang menggunakan antibiotik di Puskesmas Lampur Bangka Tengah didapatkan sebagaian besar merupakan perempuan (61,9%), berusia 19-44 tahun (57,4%), berat badan 40-60 kg (61%), tinggi badan 140-160 cm (72,2%), status BMI normal 39,9% dan status pembiayaan BPJS (73,8%). Karakteristik pasien yang sering diindikasikan adalah pulpitis (38,87%). Penggunaan antibiotik tunggal yang sering diberikan adalah amoksisilin 500 mg Tablet (87,37%) dan penggunaan antibiotik kombinasi tertinggi amoksisilin & metronidazol (50,82%). Evaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metode gyssens menunjukkan rasionalitas (kategori 0) sebesar 53,82%. Kesimpulan : Evaluasi penggunaan antibiotik di Puskesmas Lampur Bangka Tengah menunjukkan angka yang cukup besar pada penggunaan antibiotik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAntibiotiken_US
dc.subjectEvaluasi penggunaan antibiotiken_US
dc.subjectmetode gyssensen_US
dc.subjectBPJS Kesehatanen_US
dc.titleEvaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien BPJS Kesehatan dan Non BPJS Kesehatan di Puskesmas Lampur Bangka Tengahen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20711139


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record