Analisis Perbandingan Efisiensi Waktu dan Biaya Antara Metode Shotcrete dengan Metode Talud pada Pekerjaan Dinding Penahan Tanah
Abstract
Penelitian ini membandingkan efisiensi biaya dan waktu antara metode talud (pasangan batu kali)
dan metode shotcrete pada pekerjaan dinding penahan tanah dalam proyek pembangunan kawasan
Universitas AMIKOM Yogyakarta. Analisis dilakukan terhadap biaya langsung, biaya tidak
langsung, durasi proyek, serta lintasan kritis dengan menggunakan metode CPM (Critical Path
Method). Penelitian ini juga mengembangkan model linear Y_indirect = C_fixed + (D × C_monthly)
untuk memprediksi biaya tidak langsung berdasarkan durasi proyek, dengan C_fixed = Rp315 juta
sebagai biaya tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode shotcrete memberikan efisiensi
waktu yang signifikan, dengan durasi proyek sekitar 358 hari kerja, lebih cepat 42 hari dibandingkan
metode talud yang memerlukan ±400 hari kerja. Namun, metode shotcrete menimbulkan biaya yang
lebih tinggi, yaitu Rp15,528 miliar dibandingkan metode talud sebesar Rp15,187 miliar, atau sekitar
2,24% lebih mahal. Model menghasilkan prediksi akurat dengan biaya tidak langsung talud Rp686,9
juta (13 bulan) dan shotcrete Rp676,7 juta (12 bulan). Dengan demikian, metode talud lebih
ekonomis dari segi biaya, sedangkan metode shotcrete lebih unggul dalam percepatan waktu.
Pemilihan metode yang tepat sangat bergantung pada prioritas proyek, apakah menekankan pada
efisiensi biaya atau percepatan penyelesaian.
