Efektivitas Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Kesehatan Dalam Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020-2024
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Dana
Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Kesehatan atau Bantuan Operasional
Kesehatan (BOK) serta menganalisis determinan yang memengaruhi penurunan
prevalensi stunting di Kabupaten Gunungkidul. Sebagai kabupaten dengan angka
stunting tertinggi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, evaluasi tata kelola
anggaran intervensi gizi di wilayah ini menjadi sangat krusial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan inferensial
dengan metode regresi data panel. Unit observasi mencakup 30 Puskesmas di
Kabupaten Gunungkidul dengan menerapkan struktur data time lag. Variabel
independen meliputi Realisasi BOK, SDM Puskesmas, Anggaran Obat, Jumlah
Balita, Pertumbuhan Penduduk, dan Penduduk Berpenghasilan Rendah pada
periode input 2020–2024 (t-1). Variabel dependen adalah angka prevalensi stunting
pada periode dampak 2021–2025 (t). Model estimasi terbaik yang digunakan adalah
Fixed Effect Model dengan Robust Standard Error.
Hasil uji regresi menunjukkan anomali secara empiris; variabel realisasi
anggaran BOK (t-1) tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan angka
stunting (p=0,354). Temuan ini mengindikasikan bahwa tingginya serapan dana
secara administratif belum mencerminkan kualitas belanja (quality of spending) di
tingkat layanan primer. Sebaliknya, variabel Jumlah Balita (t-1) terbukti
memberikan pengaruh positif dan signifikan (p=0,049) terhadap lonjakan
prevalensi stunting. Hal ini mengonfirmasi bahwa tekanan beban demografis
sasaran balita memicu beban kerja berlebih (workload overload), yang melampaui
kapasitas daya tampung pelayanan (carrying capacity) Puskesmas. Evaluasi kinerja
deskriptif turut memperkuat temuan ini, di mana 46,67% (14 Puskesmas)
terkategori tidak efektif karena masih mengalami kenaikan angka stunting di akhir
periode pengamatan.
Kesimpulannya, keberhasilan penanggulangan stunting tidak dapat bersandar
semata pada besaran realisasi serapan anggaran administratif, melainkan sangat
bergantung pada penyelesaian masalah struktural beban layanan dasar. Diperlukan
pergeseran paradigma evaluasi pengawasan kualitas belanja serta redesain
kebijakan afirmasi proporsionalitas alokasi BOK dan SDM yang dititikberatkan
pada rasio kepadatan sasaran balita.
Collections
- Economics [2656]
