Show simple item record

dc.contributor.authorMubarrak, Ar. Muhamad Irfan Zaky
dc.date.accessioned2026-06-08T02:48:43Z
dc.date.available2026-06-08T02:48:43Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63281
dc.description.abstractPenelitian ini mengkaji prinsip industrialisasi dalam arsitektur, khususnya penggunaan komponen prefabrikasi yang meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi limbah. Prefabrikasi memungkinkan bangunan untuk dibongkar, dipindahkan, dan diperbesar, menjadikannya pendekatan yang lebih berkelanjutan. Di negara maju, adaptasi bangunan eksisting penting untuk mengatasi perubahan iklim, kenaikan harga material, dan masalah rantai pasokan. Adaptasi bangunan sama halnya dengan prefabrikasi terbukti lebih hemat biaya dan berkelanjutan. Proses itu juga dapat menjadi solusi untuk mengurai permasalahan ekonomi, lingkungan, dan sosial terhadap bangunan. Penelitian ini menggunakan metode Design for Adaptability (DfA) oleh Schimdt (2016) untuk mengidentifikasi, implementasi dan komparasi perubahan pada bangunan prefabrikasi di Yogyakarta, yang didirikan pada era pasca kolonialisme yang material penyusunnya berasal dari Inggris melalui Colombo Plan 1950-an. Studi kasus melibatkan bangunan Asrama Darmaputera Baciro, Jogja Nasional Museum, SMA Negeri 1 Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan Exploratory Sequential Design (ESD) dengan mixed method, menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif secara berurutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas adaptasi karakteristik bangunan sesuai dengan teori Schmidt, terbukti dari implementasi adaptasi pada objek penelitian (P1). Strategi desain yang relevan terhadap tipe adaptasi yang digunakan pada objek penelitian dinilai tinggi (P2). Skenario dan taktik desain yang ditemukan memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan pada bangunan lain (P3). Komprasi studi kasus membuktikan bawah keragaman fungsi pada kesamaan tipe bangunan tetap dapat diadaptasi dan menghasilkan usulan adaptasi (P4). Penelitian ini mendukung teori Schmidt tentang pentingnya desain bangunan yang dirancang untuk dapat diadaptasi sejak awal. Penerapan teknologi prefabrikasi dalam adaptasi bangunan tua menunjukkan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial yang signifikan. Studi kasus di Yogyakarta menunjukkan bahwa bangunan prefabrikasi kolonial dapat diadaptasi secara efektif untuk fungsi modern, mempertahankan nilai sosial, dan menciptakan ruang relevan melalui inovasi teknologi dan kolaborasi pemangku kepentingan, mendukung pembangunan berkelanjutan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPrefabricationen_US
dc.subjectBuilding Adaptationen_US
dc.subjectDesign for Adaptabilityen_US
dc.subjectYogyakartaen_US
dc.subjectAdaptasi Bangunanen_US
dc.titlePenerapan Teori Design for Adaptability untuk Mengkaji Adaptasi pada Bangunan Prefabrikasi : Studi Komparasi Tiga Bangunan Prefabrikasi Colombo Plan tahun 1957 di Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21922016


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record