Penerapan Teori Design for Adaptability untuk Mengkaji Adaptasi pada Bangunan Prefabrikasi : Studi Komparasi Tiga Bangunan Prefabrikasi Colombo Plan tahun 1957 di Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini mengkaji prinsip industrialisasi dalam arsitektur, khususnya
penggunaan komponen prefabrikasi yang meningkatkan fleksibilitas dan
mengurangi limbah. Prefabrikasi memungkinkan bangunan untuk dibongkar,
dipindahkan, dan diperbesar, menjadikannya pendekatan yang lebih
berkelanjutan. Di negara maju, adaptasi bangunan eksisting penting untuk
mengatasi perubahan iklim, kenaikan harga material, dan masalah rantai
pasokan. Adaptasi bangunan sama halnya dengan prefabrikasi terbukti lebih
hemat biaya dan berkelanjutan. Proses itu juga dapat menjadi solusi untuk
mengurai permasalahan ekonomi, lingkungan, dan sosial terhadap bangunan.
Penelitian ini menggunakan metode Design for Adaptability (DfA) oleh
Schimdt (2016) untuk mengidentifikasi, implementasi dan komparasi
perubahan pada bangunan prefabrikasi di Yogyakarta, yang didirikan pada era
pasca kolonialisme yang material penyusunnya berasal dari Inggris melalui
Colombo Plan 1950-an. Studi kasus melibatkan bangunan Asrama
Darmaputera Baciro, Jogja Nasional Museum, SMA Negeri 1 Yogyakarta.
Penelitian menggunakan pendekatan Exploratory Sequential Design (ESD)
dengan mixed method, menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif
secara berurutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas adaptasi
karakteristik bangunan sesuai dengan teori Schmidt, terbukti dari
implementasi adaptasi pada objek penelitian (P1). Strategi desain yang
relevan terhadap tipe adaptasi yang digunakan pada objek penelitian dinilai
tinggi (P2). Skenario dan taktik desain yang ditemukan memberikan solusi
praktis yang dapat diterapkan pada bangunan lain (P3). Komprasi studi kasus
membuktikan bawah keragaman fungsi pada kesamaan tipe bangunan tetap
dapat diadaptasi dan menghasilkan usulan adaptasi (P4). Penelitian ini
mendukung teori Schmidt tentang pentingnya desain bangunan yang
dirancang untuk dapat diadaptasi sejak awal. Penerapan teknologi
prefabrikasi dalam adaptasi bangunan tua menunjukkan manfaat ekonomi,
lingkungan, dan sosial yang signifikan. Studi kasus di Yogyakarta
menunjukkan bahwa bangunan prefabrikasi kolonial dapat diadaptasi secara
efektif untuk fungsi modern, mempertahankan nilai sosial, dan menciptakan
ruang relevan melalui inovasi teknologi dan kolaborasi pemangku
kepentingan, mendukung pembangunan berkelanjutan.
