| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal Jawa Ajining Diri Saka Lathi
sebagai landasan etika profesi dalam menjaga independensi auditor. Fokus penelitian
diarahkan pada pemaknaan nilai tersebut oleh auditor, pengaruhnya terhadap perilaku
profesional, serta upaya auditor dalam menyeimbangkan nilai budaya lokal, tekanan klien, dan
standar profesional audit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain
deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi terhadap
auditor dan staf profesional di Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Sugeng Pamudji & Rekan
Yogyakarta. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Ajining Diri Saka Lathi
dimaknai sebagai nilai yang merefleksikan harga diri dan profesionalisme auditor melalui tutur
kata, sikap, dan perilaku dalam pelaksanaan audit. Nilai tersebut berpengaruh terhadap perilaku
auditor dalam menjaga independensi, khususnya dalam aspek komunikasi audit, pengendalian
diri, dan kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan kepada klien. Selain itu, auditor
menempatkan nilai budaya lokal sebagai sarana pendekatan komunikasi yang mendukung
hubungan profesional, sementara standar audit dan kode etik profesi tetap menjadi dasar utama
dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal Ajining Diri
Saka Lathi berperan sebagai nilai etis pendukung yang melengkapi standar profesional dalam
memperkuat independensi dan integritas auditor. | en_US |