Show simple item record

dc.contributor.authorAljozi, Zakky
dc.date.accessioned2026-06-06T07:47:46Z
dc.date.available2026-06-06T07:47:46Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63256
dc.description.abstractLatar belakang : Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi penyebab utama komplikasi mikrovaskular, khususnya nefropati diabetik. HbA1c merupakan indikator utama kontrol glikemik jangka panjang yang mencerminkan rerata kadar glukosa darah selama 2–3 bulan terakhir, sedangkan fungsi ginjal pada pasien DM tipe 2 dapat dievaluasi melalui parameter yang merepresentasikan aspek kerusakan ginjal, yaitu ureum, mikroalbumin, kreatinin serum, dan eGFR. Kontrol glikemik yang buruk berperan dalam terjadinya kerusakan mikrovaskular ginjal, namun hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara HbA1c dan parameter fungsi ginjal menunjukkan temuan yang bervariasi, terutama pada populasi dengan kontrol glikemik yang relatif baik dan pada tingkat pelayanan primer. Selain itu, bukti yang menilai hubungan HbA1c dengan beberapa parameter fungsi ginjal secara simultan pada pasien DM tipe 2 yang terdaftar dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c dengan ureum, mikroalbuminuria, kreatinin serum, dan eGFR pada pasien DM tipe 2 di program Prolanis Puskesmas Margasari. Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan ureum, mikroalbumin, kreatinin serum, dan eGFR pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Prolanis Puskesmas Margasari. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain observasional cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling pada populasi pasien diabetes melitus tipe 2 di Prolanis Puskesmas Margasari. Jumlah sampel penelitian yang memenuhi kriteria adalah 46 pasien. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman untuk masing-masing variabel HbA1c, ureum, kreatinin serum, mikroalbumin, dan eGFR. Hasil penelitian : Hasil uji korelasi Spearman didapatkan nilai untuk hubungan HbA1c dengan ureum (p=0,128; r=0,228), kreatinin serum (p=0,337; r=-0,145), mikroalbumin (p=0,004; r=0,421), dan eGFR (p=474; r=0,108). Kesimpulan : Didapatkan kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara HbA1c dengan ureum, kreatinin serum, dan eGFR. Sedangkan pada mikroalbumin terdapat hubungan yang bermakna.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiabetes Melitus Tipe 2en_US
dc.subjectProlanisen_US
dc.subjectHbA1cen_US
dc.subjectUreumen_US
dc.subjectMikroalbuminen_US
dc.subjectKreatinin Serumen_US
dc.subjecteGFRen_US
dc.titleHubungan Kadar HbA1c dengan Ureum, Mikroalbumin, Kreatinin Serum, dan EGFR pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Program Prolanis Puskesmas Margasari, Tegalen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20711006


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record