Hubungan Kadar HbA1c dengan Ureum, Mikroalbumin, Kreatinin Serum, dan EGFR pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Program Prolanis Puskesmas Margasari, Tegal
Abstract
Latar belakang : Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit kronis
dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi penyebab utama komplikasi
mikrovaskular, khususnya nefropati diabetik. HbA1c merupakan indikator utama
kontrol glikemik jangka panjang yang mencerminkan rerata kadar glukosa darah
selama 2–3 bulan terakhir, sedangkan fungsi ginjal pada pasien DM tipe 2 dapat
dievaluasi melalui parameter yang merepresentasikan aspek kerusakan ginjal,
yaitu ureum, mikroalbumin, kreatinin serum, dan eGFR. Kontrol glikemik yang
buruk berperan dalam terjadinya kerusakan mikrovaskular ginjal, namun hasil
penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara HbA1c dan parameter fungsi
ginjal menunjukkan temuan yang bervariasi, terutama pada populasi dengan
kontrol glikemik yang relatif baik dan pada tingkat pelayanan primer. Selain itu,
bukti yang menilai hubungan HbA1c dengan beberapa parameter fungsi ginjal
secara simultan pada pasien DM tipe 2 yang terdaftar dalam Program Pengelolaan
Penyakit Kronis (Prolanis) masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c dengan ureum,
mikroalbuminuria, kreatinin serum, dan eGFR pada pasien DM tipe 2 di program
Prolanis Puskesmas Margasari.
Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan ureum,
mikroalbumin, kreatinin serum, dan eGFR pada pasien diabetes melitus tipe 2 di
Prolanis Puskesmas Margasari.
Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan
desain observasional cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan
metode purposive sampling pada populasi pasien diabetes melitus tipe 2 di
Prolanis Puskesmas Margasari. Jumlah sampel penelitian yang memenuhi kriteria
adalah 46 pasien. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman untuk
masing-masing variabel HbA1c, ureum, kreatinin serum, mikroalbumin, dan eGFR.
Hasil penelitian : Hasil uji korelasi Spearman didapatkan nilai untuk hubungan
HbA1c dengan ureum (p=0,128; r=0,228), kreatinin serum (p=0,337; r=-0,145),
mikroalbumin (p=0,004; r=0,421), dan eGFR (p=474; r=0,108).
Kesimpulan : Didapatkan kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan yang
bermakna antara HbA1c dengan ureum, kreatinin serum, dan eGFR. Sedangkan
pada mikroalbumin terdapat hubungan yang bermakna.
Collections
- Medical Education [2953]
