| dc.description.abstract | Tujuan: Penelitian ini bertujuan memperkenalkan workplace spirituality (WSS)
sebagai adaptasi dan rekonsepsi workplace spirituality (WPS) ke dalam konteks kerja
digital. Lebih lanjut, penelitian ini juga mengusulkan adaptasi dan modifikasi
Employee Performance (EP) menjadi Teleworker Performance (TP). TP terdiri dari
sub variabel utama, yaitu Digital Task Performance (DTP), Digital Adaptive
Performance (DAP), dan Digital Contextual Performance (DCP). Penelitian ini
menguji pengaruh langsung WSS terhadap sub-variabel TP secara terpisah dan peran
mediasi Innovative Work Behavior (IWB), serta peran moderasi Digital Skills (DS).
Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian menggunakan metode survei terhadap
245 teleworkers di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pemilihan sampel
menggunakan metode purposive sampling terhadap teleworker yang bekerja di
berbagai working space di DIY dan tergabung dalam komunitas. Analisis data SEM-
PLS versi 4.
Temuan: Studi ini menyoroti pentingnya TP bagi efektivitas telework. Untuk
meningkatkan keberlanjutan dan kesejahteraan teleworker, perusahaan perlu
membangun WSS dan DS selain infrastruktur.
Keterbatasan dan implikasi penelitian: Penelitian ini terbatas pada teleworker di
DIY dan belum mencakup daerah lain. Penelitian lanjutan disarankan untuk wilayah
lain dengan desain longitudinal untuk memperluas validitas temuan.
Implikasi praktis: Organisasi atau perusahaan perlu menyeimbangkan investasi
penguatan DS dengan pembangunan WSS untuk meningkatkan TP.
Implikasi sosial: Penelitian ini menegaskan, bahwa penguatan WSS dan DS guna
meningkatkan IWB dan TP. Pengukuran TP penting untuk merinci ke dalam DTP,
DCP, dan DAP dalam evaluasi kinerja teleworker.
Orisinalitas/nilai: Studi ini terbatas pada teleworker di DIY. Penelitian selanjutnya
sebaiknya dilakukan di wilayah lain, menggunakan metode mix method, dan
mengeksplorasi konstruksi baru. | en_US |