Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Intan Sukmaning
dc.date.accessioned2026-06-06T03:21:27Z
dc.date.available2026-06-06T03:21:27Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63210
dc.description.abstractLatar Belakang: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dan memerlukan pencegahan sejak remaja melalui pendekatan daur kehidupan. Remaja SMA berperan strategis sebagai calon orang tua, sehingga persepsi mereka terhadap gizi seimbang penting dalam upaya pencegahan stunting. Tujuan Penelitian: Mengeksplorasi persepsi siswa SMA mengenai pentingnya gizi seimbang dalam pencegahan stunting melalui pendekatan teori Health Belief Model (HBM). Metode Penelitian: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposif, terdiri atas tujuh siswa kelas X-XII, kepala sekolah, dan guru UKS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik mengacu pada kerangka HBM. Hasil: Siswa SMA memahami gizi seimbang sebagai susunan makanan yang mencakup zat gizi makro dan mikro yang mendukung energi, daya tahan tubuh, dan konsentrasi belajar. Stunting dipersepsikan bukan sekadar tubuh pendek, tetapi sebagai akibat kekurangan gizi kronis yang memengaruhi perkembangan kognitif, prestasi akademik, produktivitas, dan kesehatan lintas generasi. Kesadaran risiko stunting muncul melalui skrining kesehatan, pemahaman anemia, dan edukasi kesehatan reproduksi. Gizi seimbang dipandang sebagai investasi kesehatan sebelum pernikahan dan kehamilan. Namun, penerapan pola makan sehat masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan ekonomi, preferensi rasa, pengaruh teman sebaya, kebiasaan keluarga, dan ketersediaan makanan di sekolah. Dorongan untuk perubahan perilaku bersumber dari pengalaman pribadi, riwayat penyakit keluarga, edukasi guru, media sosial, serta nasihat orang tua. Keyakinan diri siswa dalam mengatur pola makan bervariasi dan konsistensi penerapannya masih terbatas. Kesimpulan: Siswa memiliki pemahaman komprehensif, namun terdapat kesenjangan antara kesiapan kognitif dan praktik sehari-hari. Penguatan edukasi dan dukungan lingkungan diperlukan untuk mendorong perubahan perilaku berkelanjutan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGizi Seimbangen_US
dc.subjectStuntingen_US
dc.subjectRemajaen_US
dc.subjectHealth Belief Modelen_US
dc.subjectPersepsien_US
dc.titlePersepsi Siswa SMA Terhadap Pentingnya Gizi Seimbang Dalam Upaya Pencegahan Stunting di SMAN 1 Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711204


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record