• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Persepsi Siswa SMA Terhadap Pentingnya Gizi Seimbang Dalam Upaya Pencegahan Stunting di SMAN 1 Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    22711204.pdf (16.73Mb)
    Date
    2026
    Author
    Putri, Intan Sukmaning
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dan memerlukan pencegahan sejak remaja melalui pendekatan daur kehidupan. Remaja SMA berperan strategis sebagai calon orang tua, sehingga persepsi mereka terhadap gizi seimbang penting dalam upaya pencegahan stunting. Tujuan Penelitian: Mengeksplorasi persepsi siswa SMA mengenai pentingnya gizi seimbang dalam pencegahan stunting melalui pendekatan teori Health Belief Model (HBM). Metode Penelitian: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposif, terdiri atas tujuh siswa kelas X-XII, kepala sekolah, dan guru UKS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik mengacu pada kerangka HBM. Hasil: Siswa SMA memahami gizi seimbang sebagai susunan makanan yang mencakup zat gizi makro dan mikro yang mendukung energi, daya tahan tubuh, dan konsentrasi belajar. Stunting dipersepsikan bukan sekadar tubuh pendek, tetapi sebagai akibat kekurangan gizi kronis yang memengaruhi perkembangan kognitif, prestasi akademik, produktivitas, dan kesehatan lintas generasi. Kesadaran risiko stunting muncul melalui skrining kesehatan, pemahaman anemia, dan edukasi kesehatan reproduksi. Gizi seimbang dipandang sebagai investasi kesehatan sebelum pernikahan dan kehamilan. Namun, penerapan pola makan sehat masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan ekonomi, preferensi rasa, pengaruh teman sebaya, kebiasaan keluarga, dan ketersediaan makanan di sekolah. Dorongan untuk perubahan perilaku bersumber dari pengalaman pribadi, riwayat penyakit keluarga, edukasi guru, media sosial, serta nasihat orang tua. Keyakinan diri siswa dalam mengatur pola makan bervariasi dan konsistensi penerapannya masih terbatas. Kesimpulan: Siswa memiliki pemahaman komprehensif, namun terdapat kesenjangan antara kesiapan kognitif dan praktik sehari-hari. Penguatan edukasi dan dukungan lingkungan diperlukan untuk mendorong perubahan perilaku berkelanjutan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63210
    Collections
    • Medical Education [2953]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV