Persepsi Siswa SMA Terhadap Pentingnya Gizi Seimbang Dalam Upaya Pencegahan Stunting di SMAN 1 Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Abstract
Latar Belakang: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di
Indonesia dan memerlukan pencegahan sejak remaja melalui pendekatan daur
kehidupan. Remaja SMA berperan strategis sebagai calon orang tua, sehingga
persepsi mereka terhadap gizi seimbang penting dalam upaya pencegahan
stunting.
Tujuan Penelitian: Mengeksplorasi persepsi siswa SMA mengenai pentingnya
gizi seimbang dalam pencegahan stunting melalui pendekatan teori Health Belief
Model (HBM).
Metode Penelitian: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan
dipilih secara purposif, terdiri atas tujuh siswa kelas X-XII, kepala sekolah, dan
guru UKS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara
tematik mengacu pada kerangka HBM.
Hasil: Siswa SMA memahami gizi seimbang sebagai susunan makanan yang
mencakup zat gizi makro dan mikro yang mendukung energi, daya tahan tubuh,
dan konsentrasi belajar. Stunting dipersepsikan bukan sekadar tubuh pendek,
tetapi sebagai akibat kekurangan gizi kronis yang memengaruhi perkembangan
kognitif, prestasi akademik, produktivitas, dan kesehatan lintas generasi.
Kesadaran risiko stunting muncul melalui skrining kesehatan, pemahaman
anemia, dan edukasi kesehatan reproduksi. Gizi seimbang dipandang sebagai
investasi kesehatan sebelum pernikahan dan kehamilan. Namun, penerapan pola
makan sehat masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan ekonomi,
preferensi rasa, pengaruh teman sebaya, kebiasaan keluarga, dan ketersediaan
makanan di sekolah. Dorongan untuk perubahan perilaku bersumber dari
pengalaman pribadi, riwayat penyakit keluarga, edukasi guru, media sosial, serta
nasihat orang tua. Keyakinan diri siswa dalam mengatur pola makan bervariasi
dan konsistensi penerapannya masih terbatas.
Kesimpulan: Siswa memiliki pemahaman komprehensif, namun terdapat
kesenjangan antara kesiapan kognitif dan praktik sehari-hari. Penguatan edukasi
dan dukungan lingkungan diperlukan untuk mendorong perubahan perilaku
berkelanjutan.
Collections
- Medical Education [2953]
