| dc.description.abstract | Penggunaan fiksator berbasis logam seperti tawas pada proses ecoprint
berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, sehingga diperlukan alternatif
fiksator alami yang lebih ramah lingkungan namun tetap mampu menghasilkan
ketahanan warna yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan
jeruk nipis sebagai fiksator alami pada kain ecoprint teknik pounding, mengetahui
perbedaan variasi konsentrasi jeruk nipis terhadap ketahanan luntur warna, serta
mengevaluasi efektivitasnya dibandingkan fiksator tawas. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode eksperimen dengan variasi konsentrasi larutan jeruk nipis
sebesar 30 cc/lt, 50 cc/lt, 70 cc/lt, dan 90 cc/lt menggunakan bahan pewarna alami
daun jati dan daun pepaya Jepang pada kain mori berbahan 100% katun. Parameter
pengujian meliputi identifikasi gugus fungsi jeruk nipis menggunakan FTIR,
pengukuran pH larutan, serta ketahanan luntur warna terhadap gosokan kering,
gosokan basah, dan panas penyeterikaan. Analisis data dilakukan menggunakan uji
R-Statistik (ANNOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jeruk nipis
memiliki gugus fungsi O–H, C=O, dan C–O, yang sesuai dengan karakteristik asam
sitrat serta pH larutan pada rentang asam (pH 3–4). Nilai ketahanan luntur warna
terhadap gosokan kering berada pada kategori cukup baik hingga baik sekali,
sedangkan gosokan basah menunjukkan nilai yang lebih rendah terutama pada daun
jati. Pada pengujian panas penyeterikaan, seluruh sampel menunjukkan nilai baik
hingga baik sekali. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi jeruk
nipis tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap ketahanan luntur warna
(p adj > 0,05). Secara keseluruhan, jeruk nipis menunjukkan performa yang relatif
sebanding dengan tawas sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif fiksator
alami yang lebih ramah lingkungan pada proses ecoprint teknik pounding. | en_US |