Show simple item record

dc.contributor.authorRahmansyah, Adam Dzulfiqar
dc.date.accessioned2026-06-06T01:45:39Z
dc.date.available2026-06-06T01:45:39Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63164
dc.description.abstractLatar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia dengan prevalensi 21,5% pada tahun 2023. Faktor maternal sebagai determinan utama dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan berkontribusi signifikan terhadap kejadian stunting, namun kajian komprehensif mengenai berbagai aspek faktor maternal berbasis data nasional masih terbatas. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor maternal yang meliputi usia pertama kali hamil, faktor risiko kehamilan, pelayanan kesehatan maternal (kuantitas dan kualitas ANC, konsumsi TTD, pemberian PMT) terhadap kejadian stunting pada balita di Indonesia. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif potong lintang menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang mencakup 28.428 data balita yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-square, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik biner. Seluruh analisis dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics dengan tingkat signifikansi p < 0,05 untuk analisis bivariat dan multivariat. Hasil: Dari 28.428 balita, ditemukan 6.566 kasus stunting (23,1%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia pertama kali hamil berisiko (OR = 1,230; 95% CI = 1,155-1,310; p = 0,000), faktor risiko kehamilan (OR = 1,140; 95% CI = 1,064- 1,222; p = 0,000), kuantitas kunjungan ANC <6 kali (OR = 1,277; 95% CI = 1,205- 1,353; p = 0,000), konsumsi TTD <90 tablet (OR = 1,171; 95% CI = 1,108-1,237; p = 0,000), pendidikan ibu rendah (OR = 1,405; 95% CI = 1,317-1,499; p = 0,000), dan berat badan lahir rendah (OR = 2,211; 95% CI = 1,982-2,467; p = 0,000) berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting. Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia pertama kali hamil (aOR = 1,131; 95% CI = 1,059-1,207; p = 0,000), faktor risiko kehamilan (aOR = 1,103; 95% CI = 1,027-1,183; p = 0,007), kuantitas kunjungan ANC (aOR = 1,220; 95% CI = 1,150-1,295; p = 0,000), konsumsi TTD (aOR = 1,123; 95% CI = 1,062-1,188; p = 0,000), pemberian PMT (aOR = 0,884; 95% CI = 0,834-0,937; p = 0,000), pendidikan ibu (aOR = 1,329; 95% CI = 1,243-1,421; p = 0,000), dan berat badan lahir (aOR = 2,148; 95% CI = 1,923-2,399; p = 0,000) tetap terbukti menjadi faktor yang berhubungan signifikan setelah dikontrol dengan variabel lainnya. Simpulan: Faktor maternal dan pelayanan kesehatan kehamilan berhubungan bermakna dengan kejadian stunting, terutama kehamilan berisiko dan berat badan lahir rendah sebagai faktor yang paling kuat, sehingga penguatan kesehatan ibu sejak pra-konsepsi menjadi sangat penting.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStuntingen_US
dc.subjectFaktor Maternalen_US
dc.subjectPelayanan Kesehatan Maternalen_US
dc.subjectSKIen_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.titleHubungan Faktor Maternal Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Indonesia (Analisis Data SKI 2023)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711192


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record