• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Faktor Maternal Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita di Indonesia (Analisis Data SKI 2023)

    Thumbnail
    View/Open
    22711192.pdf (5.764Mb)
    Date
    2026
    Author
    Rahmansyah, Adam Dzulfiqar
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia dengan prevalensi 21,5% pada tahun 2023. Faktor maternal sebagai determinan utama dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan berkontribusi signifikan terhadap kejadian stunting, namun kajian komprehensif mengenai berbagai aspek faktor maternal berbasis data nasional masih terbatas. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor maternal yang meliputi usia pertama kali hamil, faktor risiko kehamilan, pelayanan kesehatan maternal (kuantitas dan kualitas ANC, konsumsi TTD, pemberian PMT) terhadap kejadian stunting pada balita di Indonesia. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif potong lintang menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang mencakup 28.428 data balita yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-square, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik biner. Seluruh analisis dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics dengan tingkat signifikansi p < 0,05 untuk analisis bivariat dan multivariat. Hasil: Dari 28.428 balita, ditemukan 6.566 kasus stunting (23,1%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia pertama kali hamil berisiko (OR = 1,230; 95% CI = 1,155-1,310; p = 0,000), faktor risiko kehamilan (OR = 1,140; 95% CI = 1,064- 1,222; p = 0,000), kuantitas kunjungan ANC <6 kali (OR = 1,277; 95% CI = 1,205- 1,353; p = 0,000), konsumsi TTD <90 tablet (OR = 1,171; 95% CI = 1,108-1,237; p = 0,000), pendidikan ibu rendah (OR = 1,405; 95% CI = 1,317-1,499; p = 0,000), dan berat badan lahir rendah (OR = 2,211; 95% CI = 1,982-2,467; p = 0,000) berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting. Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia pertama kali hamil (aOR = 1,131; 95% CI = 1,059-1,207; p = 0,000), faktor risiko kehamilan (aOR = 1,103; 95% CI = 1,027-1,183; p = 0,007), kuantitas kunjungan ANC (aOR = 1,220; 95% CI = 1,150-1,295; p = 0,000), konsumsi TTD (aOR = 1,123; 95% CI = 1,062-1,188; p = 0,000), pemberian PMT (aOR = 0,884; 95% CI = 0,834-0,937; p = 0,000), pendidikan ibu (aOR = 1,329; 95% CI = 1,243-1,421; p = 0,000), dan berat badan lahir (aOR = 2,148; 95% CI = 1,923-2,399; p = 0,000) tetap terbukti menjadi faktor yang berhubungan signifikan setelah dikontrol dengan variabel lainnya. Simpulan: Faktor maternal dan pelayanan kesehatan kehamilan berhubungan bermakna dengan kejadian stunting, terutama kehamilan berisiko dan berat badan lahir rendah sebagai faktor yang paling kuat, sehingga penguatan kesehatan ibu sejak pra-konsepsi menjadi sangat penting.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63164
    Collections
    • Medical Education [2953]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV