Bentuk Upaya Pengembangan Resiliensi pada Mahasiswa Kedokteran Tahap Pendidikan Klinik: A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang : Mahasiswa kedokteran tahap pendidikan klinik menghadapi
tuntutan akademik dan klinik yang tinggi, sehingga memerlukan kemampuan
resiliensi yang dapat dikembangkan melalui berbagai strategi/intervensi. Namun,
bentuk upaya pengembangan resiliensi dan cara pengukuran resiliensi pada
mahasiswa kedokteran tahap pendidikan klinik masih beragam dan belum
terpetakan secara ringkas dan sistematis.
Tujuan Penelitian : Memetakan (1) bentuk upaya/intervensi pengembangan
resiliensi pada mahasiswa kedokteran tahap pendidikan klinik dan (2) cara
pengukuran outcome resiliensi yang dilaporkan pada penelitian-penelitian
tersebut.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan scoping review dengan
penelusuran literatur pada database PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan
Scopus, dengan kriteria publikasi tahun 2015-2025 dan jurnal berbahasa Inggris.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap (skrining judul dan abstrak serta uji
eligibilitas teks penuh) hingga didapatkan artikel yang sesuai untuk dianalisis.
Hasil : Dari 5806 pencarian awal, diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria
inklusi. Bentuk intervensi pengembangan resiliensi pada mahasiswa kedokteran
tahap pendidikan klinik dalam studi-studi tersebut dikelompokkan menjadi empat
tema utama, yaitu (1) intervensi berbasis pengembangan kapasitas
resiliensi melalui pelatihan terstruktur, (2) intervensi berbasis pendekatan
psikologis yang mengadaptasi pendekatan berbasis bukti, (3) intervensi berbasis
experiential learning dan reflektif, dan (4) intervensi berbasis isu emosional yang
berfokus pada satu topik emosional tertentu. Pengukuran outcome dilakukan
melalui pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan mixed-methods, dengan outcome
utama yang dinilai berupa resiliensi, serta indikator kesehatan mental
seperti burnout dan depresi.
Simpulan : Literatur menunjukkan adanya variasi bentuk upaya pengembangan
resiliensi pada mahasiswa kedokteran tahap pendidikan klinik, mulai dari
pengembangan kapasitas resiliensi, pendekatan psikologis, pembelajaran
reflektif-eksperiensial, hingga isu emosional. Outcome terutama diukur pada aspek
resiliensi dan indikator kesehatan mental seperti burnout dan dengan pendekatan
kuantitatif, kualitatif, dan mixed-methods, yang menunjukkan variasi strategi
evaluasi antar studi.
Collections
- Medical Education [2953]
