Hubungan Pemberian Kafein Terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi dan Tingkat Kelelahan Subjektif pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Abstract
Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran dihadapkan pada kurikulum yang sangat
padat dan tuntutan akademik tinggi, yang meningkatkan risiko kelelahan fisik
maupun mental (burnout). Salah satu komponen penting untuk mendukung
aktivitas ini adalah daya tahan.
kardiorespirasi yang prima guna menjaga stamina dan konsentrasi. Kafein populer
dikonsumsi sebagai stimulan karena efek ergogeniknya yang mampu
meningkatkan performa fisik dan fokus melalui mekanisme pemblokiran reseptor
adenosin, sehingga dapat menunda rasa lelah.
Tujuan Penelitian: menganalisis pengaruh antara pemberian kafein terhadap
daya tahan kardiorespirasi dan tingkat kelelahan subjektif pada mahasiswa
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian pra-eksperimental dengan rancangan One Group
Pretest-Posttest Design pada mahasiswa FK UII angkatan 2022. Parameter yang
diukur adalah kapasitas VO2Max (daya tahan kardiorespirasi) dan Skala Borg/RPE
(kelelahan subjektif). Analisis data menggunakan uji statistik Paired Samples T-
test atau Wilcoxon.
Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian kafein dengan
peningkatan daya tahan kardiorespirasi (p=0,000) dan penurunan tingkat
kelelahan subjektif (p=0,004).
Simpulan: Konsumsi kafein secara signifikan meningkatkan daya tahan
kardiorespirasi dan menurunkan tingkat kelelahan subjektif pada mahasiswa
kedokteran.
Collections
- Medical Education [2953]
