| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur bertingkat tipe
continue dan discontinue pada honeycomb core terhadap kekakuan bending
material komposit sandwich berbahan serat karbon dan Acrylonitrile Butadiene
Styrene (ABS). Pembuatan spesimen dilakukan dengan teknologi 3D printing
menggunakan material ABS sebagai inti (core) dengan tingkat infill 100% dan
pola pengisian heksagonal, serta dilapisi satu lapisan serat karbon sebagai skin
menggunakan metode hand lay-up yang dikombinasikan dengan vacuum
bagging. Pengujian dilakukan dengan metode three-point bending mengacu pada
standar ASTM C393 untuk memperoleh nilai tegangan bending, kekakuan
bending, dan kekakuan bending spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
variasi struktur core berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik komposit.
Spesimen dengan struktur A 2.6.2 (continue) memiliki nilai tegangan bending
rata-rata tertinggi sebesar 29,11 MPa, sedangkan spesimen B 2.6.2 (discontinue)
memiliki nilai terendah sebesar 13,21 MPa. Nilai kekakuan bending tertinggi
ditunjukkan oleh spesimen B 1.2.1.2.1.2.1 (continue) sebesar 18.980.589 Nmm2,
sedangkan kekakuan bending spesifik tertinggi sebesar 268.026 Nmm2/gram juga
diperoleh pada spesimen yang sama. Modus kegagalan yang diamati meliputi
debonding, core shear, core tearing, face yield, dan face wrinkling, tergantung
pada konfigurasi struktur core dan jenis beban yang diterima. Secara keseluruhan,
struktur honeycomb bertipe continue cenderung memberikan kekakuan dan
kekuatan bending yang lebih tinggi dibandingkan struktur discontinue. Hal ini
menunjukkan bahwa kontinuitas jalur beban pada struktur core sangat
memengaruhi | en_US |