Show simple item record

dc.contributor.authorEvriency, Neta Putri
dc.date.accessioned2026-06-05T02:18:14Z
dc.date.available2026-06-05T02:18:14Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63140
dc.description.abstractPekerjaan konstruksi merupakan salah satu bidang kerja dengan risiko kecelakaan yang tinggi. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, jumlah kecelakaan kerja terkait konstruksi terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, diperlukan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) untuk meminimalkan potensi bahaya dan risiko kecekakaan kerja. Salah satu metode yang digunakan dalam SMKK adalah Construction Safety Analysis (CSA) yaitu analisis keselamatan konstruksi yang berfokus mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko, serta langkah pengendalian pada hubungan pekerja, peralatan, material, dan lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen Paket I Seksi I (Elevated I) STA 74+634 sampai STA 76+300 dengan objek pekerjaan tanah timbunan dan pembentukan lereng. Penyusunan CSA dilakukan melalui identifikasi potensi bahaya, penilian risiko, serta verifikasi oleh ahli K3, dengan mengacu pada hierarki pengendalian. Hasil penelitian menunjukan bahwa diperoleh total 103 potensi bahaya yang tersebar pada sepuluh jenis pekerjaan, dengan jumlah terbanyak terdapat pada pekerjaan pembentukan lereng (14 potensi bahaya) dan pemasangan riprap (13 potensi bahaya), sedangkan yang paling sedikit terdapat pada penebaran humus & rumput (7 potensi bahaya). Berdasarkan analisis hierarki pengendalian, eliminasi tidak dapat diterapkan karena seluruh tahapan pekerjaan merupakan bagian inti yang wajib dilakukan. Oleh sebab itu, pengendalian risiko dilakukan melalui substitusi, rekayasa/teknis, administratif, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil verifikasi ahli K3 juga menekankan pentingnya manajemen perubahan desain, pemantauan paparan kronis seperti getaran tubuh penuh (Whole Body Vibration/WBV) dan kebisingan, serta pengendalian ketat untuk pekerjaan uji kepadatan nuclear gauge yang melibatkan sumber radiasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan rencana keselamatan konstruksi dan penerapan CSA pada proyek infrastruktur sejenis, sehingga angka kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)en_US
dc.subjectCSA (Construction Safety Analysis)en_US
dc.subjectSMK3en_US
dc.subjectLereng Timbunanen_US
dc.subjectProyek Jalan Tolen_US
dc.subjectMitigasi Risikoen_US
dc.titleStudi Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menggunakan Metode CSA Pada Pekerjaan Lereng Timbunan (Studi Kasus Proyek Jalan Tol Jogja-Bawen)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20511234


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record