• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Studi Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menggunakan Metode CSA Pada Pekerjaan Lereng Timbunan (Studi Kasus Proyek Jalan Tol Jogja-Bawen)

    Thumbnail
    View/Open
    20511234.pdf (6.854Mb)
    Date
    2026
    Author
    Evriency, Neta Putri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pekerjaan konstruksi merupakan salah satu bidang kerja dengan risiko kecelakaan yang tinggi. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, jumlah kecelakaan kerja terkait konstruksi terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, diperlukan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) untuk meminimalkan potensi bahaya dan risiko kecekakaan kerja. Salah satu metode yang digunakan dalam SMKK adalah Construction Safety Analysis (CSA) yaitu analisis keselamatan konstruksi yang berfokus mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko, serta langkah pengendalian pada hubungan pekerja, peralatan, material, dan lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen Paket I Seksi I (Elevated I) STA 74+634 sampai STA 76+300 dengan objek pekerjaan tanah timbunan dan pembentukan lereng. Penyusunan CSA dilakukan melalui identifikasi potensi bahaya, penilian risiko, serta verifikasi oleh ahli K3, dengan mengacu pada hierarki pengendalian. Hasil penelitian menunjukan bahwa diperoleh total 103 potensi bahaya yang tersebar pada sepuluh jenis pekerjaan, dengan jumlah terbanyak terdapat pada pekerjaan pembentukan lereng (14 potensi bahaya) dan pemasangan riprap (13 potensi bahaya), sedangkan yang paling sedikit terdapat pada penebaran humus & rumput (7 potensi bahaya). Berdasarkan analisis hierarki pengendalian, eliminasi tidak dapat diterapkan karena seluruh tahapan pekerjaan merupakan bagian inti yang wajib dilakukan. Oleh sebab itu, pengendalian risiko dilakukan melalui substitusi, rekayasa/teknis, administratif, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil verifikasi ahli K3 juga menekankan pentingnya manajemen perubahan desain, pemantauan paparan kronis seperti getaran tubuh penuh (Whole Body Vibration/WBV) dan kebisingan, serta pengendalian ketat untuk pekerjaan uji kepadatan nuclear gauge yang melibatkan sumber radiasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan rencana keselamatan konstruksi dan penerapan CSA pada proyek infrastruktur sejenis, sehingga angka kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63140
    Collections
    • Civil Engineering [4800]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV