Studi Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menggunakan Metode CSA Pada Pekerjaan Lereng Timbunan (Studi Kasus Proyek Jalan Tol Jogja-Bawen)
Abstract
Pekerjaan konstruksi merupakan salah satu bidang kerja dengan risiko kecelakaan yang
tinggi. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, jumlah kecelakaan kerja terkait konstruksi terus
meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, diperlukan penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan Konstruksi (SMKK) untuk meminimalkan potensi bahaya dan risiko kecekakaan kerja.
Salah satu metode yang digunakan dalam SMKK adalah Construction Safety Analysis (CSA) yaitu
analisis keselamatan konstruksi yang berfokus mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko, serta
langkah pengendalian pada hubungan pekerja, peralatan, material, dan lingkungan.
Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen Paket I Seksi I
(Elevated I) STA 74+634 sampai STA 76+300 dengan objek pekerjaan tanah timbunan dan
pembentukan lereng. Penyusunan CSA dilakukan melalui identifikasi potensi bahaya, penilian
risiko, serta verifikasi oleh ahli K3, dengan mengacu pada hierarki pengendalian. Hasil penelitian
menunjukan bahwa diperoleh total 103 potensi bahaya yang tersebar pada sepuluh jenis pekerjaan,
dengan jumlah terbanyak terdapat pada pekerjaan pembentukan lereng (14 potensi bahaya) dan
pemasangan riprap (13 potensi bahaya), sedangkan yang paling sedikit terdapat pada penebaran
humus & rumput (7 potensi bahaya).
Berdasarkan analisis hierarki pengendalian, eliminasi tidak dapat diterapkan karena seluruh
tahapan pekerjaan merupakan bagian inti yang wajib dilakukan. Oleh sebab itu, pengendalian risiko
dilakukan melalui substitusi, rekayasa/teknis, administratif, serta penggunaan Alat Pelindung Diri
(APD). Hasil verifikasi ahli K3 juga menekankan pentingnya manajemen perubahan desain,
pemantauan paparan kronis seperti getaran tubuh penuh (Whole Body Vibration/WBV) dan
kebisingan, serta pengendalian ketat untuk pekerjaan uji kepadatan nuclear gauge yang melibatkan
sumber radiasi.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan rencana keselamatan
konstruksi dan penerapan CSA pada proyek infrastruktur sejenis, sehingga angka kecelakaan kerja
dapat ditekan seminimal mungkin.
Collections
- Civil Engineering [4800]
