Hubungan Penugasan Pembuatan Matriks Penyakit Pada Pembelajaran Keterampilan Medik dan Motivasi Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Abstract
Latar Belakang: Pendidikan kedokteran dengan strategi student centered
learning (SCL) menuntut mahasiswa untuk memiliki kemandirian belajar yang
tinggi. Mahasiswa seringkali menghadapi kendala dalam mempelajari penyakit
dan mengembangkan penalaran klinis. Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Indonesia (FK UII) mengembangakan strategi belajar berupa pembuatan matriks
penyakit dalam kegiatan integrated patient management (IPM). Penugasan ini
dirancang untuk membantu mahasiswa mengorganisir informasi klinis secara
sistematis pada pembelajaran keterampilan medik. Pembelajaran ini diharapkan
juga dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam pembelajaran keterampilan
medik.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara penugasan pembuatan matriks
penyakit pada pembelajaran keterampilan medik dengan motivasi belajar
mahasiswa FK UII.
Metode Penelitian: Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-
sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa FK UII angkatan 2022 dengan
jumlah responden 128 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Self-
Assesment Penugasan Matriks Penyakit dan kuesioner MSLQ (Motivated
Strategies for Learning Questionnaire) khususnya sub skala motivasi.
Hasil: Skor self-assessment terhadap penugasan pembuatan matriks penyakit
menunjukkan total skor rata-rata 53,45±8,346 dengan rentang nilai minimum 23
dan maksimum 70. Sebagian besar responden memiliki motivasi belajar yang
tinggi (88,3%).. Hasil uji korelasi antara penugasan pembuatan matriks penyakit
dan motivasi belajar menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi
0,465.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi
sedang antara penugasan pembuatan matriks penyakit dengan motivasi belajar
mahasiswa FK UII.
Collections
- Medical Education [2934]
