• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Potensi Ekstrak Biji Kepuh (Sterculia Foetida) Sebagai Inhibitor Multitarget Non-small Cell Lung Cancer (NSCLC): Studi in Silico

    Thumbnail
    View/Open
    22711177.pdf (3.345Mb)
    Date
    2026
    Author
    Maharani, Putri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) merupakan kanker paru paling umum dengan prognosis yang masih rendah, terutama dipicu oleh mutasi pada Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR), Anaplastic Lymphoma Kinase (ALK), dan Kirsten Rat Sarcoma (KRAS) yang mengaktifkan jalur proliferasi sel. Kepuh (Sterculia foetida L.) merupakan salah satu sumber hayati Indonesia, bijinya mengandung senyawa berpotensi antikanker. Namun, aktivitas senyawa tersebut terhadap target molekuler utama NSCLC belum dievaluasi. Tujuan: Mengidentifikasi senyawa fitokimia dari Ekstrak Biji Kepuh (EBK) yang mempunyai potensi terbaik sebagai inhibitor multitarget terhadap EGFR, ALK, dan KRAS berdasarkan analisis afinitas ikatan in silico. Metode: Penelitian ini merupakan studi in silico dengan senyawa aktif EBK sebagai kandidat inhibitor multitarget terhadap EGFR, ALK, dan KRAS pada NSCLC. Senyawa uji dipilih berdasarkan hasil gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS) dan bukti aktivitas biologis, dengan osimertinib, crizotinib, dan sotorasib sebagai kontrol. Struktur ligan dan protein target diperoleh dari PubChem dan RCSB Protein Data Bank. Preparasi ligan dan protein serta validasi dilakukan menggunakan BIOVIA Discovery Studio dan PyMOL, dengan metode re-docking. Molecular docking dilakukan menggunakan PyRx. Evaluasi farmakokinetik dan drug-likeness dilakukan menggunakan ADMETLab 3.0. Hasil: Pada EGFR, flavanthrone memiliki energi ikatan paling rendah (−12,2 kcal/mol), lebih stabil dibandingkan kontrol osimertinib (−7,3 kcal/mol), sementara flavone (−7,9 kcal/mol) dan methyl abietate (−7,7 kcal/mol) juga menunjukkan afinitas yang lebih baik daripada kontrol. Pada ALK, flavanthrone memiliki afinitas tertinggi (−10,8 kcal/mol) dimana lebih rendah dibandingkan control crizotinib (−7,5 kcal/mol), diikuti oleh methyl abietate (−8,0 kcal/mol) dan flavone (−7,8 kcal/mol) yang juga memiliki afinitas potensial. Dan juga pada KRAS, hanya flavanthrone (−10,0 kcal/mol) yang menunjukkan afinitas pengikatan lebih stabil dibandingkan kontrol sotorasib (−9,5 kcal/mol). Kesimpulan: Flavanthrone mempunyai potensi ditunjukkan oleh hasil uji yang relatif konsisten sebagai inhibitor multitarget terhadap EGFR, ALK, dan KRAS.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63098
    Collections
    • Medical Education [2934]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV