• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Nalar Istinbāṭ Hukum Zakat Profesi: Kajian Komparatif Antara Putusan Bahtsul Masail NU dan Majelis Tarjih Muhammadiyah

    Thumbnail
    View/Open
    24913003.pdf (3.083Mb)
    Date
    2026
    Author
    Abdullah, Khoirul Arsyad
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini mengkaji nalar istinbāṭ hukum zakat profesi melalui studi komparatif antara putusan Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (NU) dan Majelis Tarjih Muhammadiyah. Fenomena zakat profesi muncul sebagai respons terhadap transformasi ekonomi modern yang melahirkan jenis-jenis penghasilan baru di luar kategori klasik fiqh. Perubahan struktur sosial-ekonomi tersebut memunculkan perdebatan metodologis dalam hukum Islam, khususnya terkait perluasan objek zakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konstruksi nalar istinbāṭ zakat profesi dalam putusan Bahtsul Masail NU, mengkaji konstruksi nalar hukum zakat profesi dalam fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta kekuatan dan kelemahan metodologis kedua lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis komparatif-tekstual terhadap dokumen fatwa, risalah musyawarah, dan kerangka ushul fiqh yang digunakan masing-masing lembaga. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori ushul fiqh klasik, maqāṣid al-syarī‘ah, dan pendekatan epistemologi hukum Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahtsul Masail NU membangun nalar istinbāṭ melalui pendekatan qaulī, ilhaqī, dan manhajī yang berakar kuat pada tradisi mazhab Syafi‘i, dengan penekanan pada prinsip al-aṣl fī al-‘ibādah al-tawqīf dan kehati-hatian dalam memperluas objek zakat. Sebaliknya, Majelis Tarjih Muhammadiyah menggunakan pendekatan bayani, qiyasi, dan istislahi yang dikembangkan menjadi bayani-burhani-irfani, dengan penekanan pada keumuman lafaz, analisis ‘illat al-namā’, serta pertimbangan maslahah sosial. Perbedaan ini menunjukkan adanya dua tipologi epistemologis, yakni tradisional-konservatif dan reformis-rasional. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan putusan zakat profesi mencerminkan perbedaan paradigma metodologis dalam istinbāṭ hukum, bukan sekadar perbedaan hasil normatif. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan studi hukum Islam kontemporer dengan memetakan dinamika epistemologi kelembagaan fatwa di Indonesia serta memberikan dasar analitis bagi pengembangan teori istinbāṭ yang lebih responsif terhadap perubahan sosial modern.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63095
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1824]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV