Show simple item record

dc.contributor.authorRamadhan, Fariz Putra
dc.date.accessioned2026-05-30T07:02:33Z
dc.date.available2026-05-30T07:02:33Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63092
dc.description.abstractLatar Belakang : Nyeri punggung bawah (NPB) adalah sensasi nyeri yang terjadi pada punggung bawah (T12-S1) yang disebabkan oleh adanya gangguan struktur di area punggung bawah maupun penyebab yang belum jelas. Faktor pekerjaan dapat menjadi risiko terjadinya NPB, salah satunya ojek daring yang dalam beberapa tahun belakangan menjadi salah satu pekerjaan yang berkembang seiring perkembangan teknologi. Pengemudi ojek daring sering menghabiskan waktu yang lama mengendarai sepeda motor akibat tingginya kebutuhan transportasi daring yang dinilai efektif. Durasi berkendara yang lama disertai beberapa faktor lain seperti usia dapat menjadi faktor risiko terjadinya NPB pada pengemudi ojek daring. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara durasi berkendara dan usia terhadap kejadian NPB pada pengemudi ojek daring laki-laki di Kota Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan pada pengemudi ojek daring laki-laki di Kota Yogyakarta berusia antara 20 hingga 60 tahun yang meliputi 97 subjek penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional yang menggunakan data primer berupa kuesioner The Pain and Distress Scale yang telah dimodifikasi dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk mengumpulkan data nyeri punggung bawah. Analisis statistik dua variabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan hasil signifikansi p<0,05. Hasil : Prevalensi NPB pada pengemudi ojek daring dengan durasi berkendara lebih dari 7 jam 2,370 kali lebih tinggi dibandingkan prevalensi NPB pada pengemudi ojek daring yang berkendara dengan durasi kurang dari 7 jam (PR: 2,370; 95% CI: 1,106-5,075) dan prevalensi NPB pada pengemudi ojek daring yang berusia lebih dari atau sama dengan 40 tahun 2,446 kali lebih tinggi dibandingkan prevalensi NPB pada pengemudi ojek daring yang berusia kurang dari 40 tahun (PR: 2,446; 95% CI: 1,558-3,839). Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kejadian NPB dengan pengemudi ojek daring yang berkendara lebih dari 7 jam per hari dan pengemudi ojek daring yang berkendara kurang dari 7 jam per hari (p=0,007) serta terdapat perbedaan yang signifikan antara kejadian NPB dengan pengemudi ojek daring yang berusia lebih dari atau sama dengan 40 tahun dan pengemudi ojek daring yang berusia kurang dari 40 tahun (p=0,000).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDurasi Berkendaraen_US
dc.subjectUsiaen_US
dc.subjectNyeri Punggung Bawahen_US
dc.subjectPengemudi Ojek Daringen_US
dc.titleHubungan Durasi Berkendara dan Usia Terhadap Kejadian Nyeri Punggung Bawah pada Pengemudi Ojek Daring Laki-laki Kota Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711108


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record