• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Durasi Berkendara dan Usia Terhadap Kejadian Nyeri Punggung Bawah pada Pengemudi Ojek Daring Laki-laki Kota Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    21711108.pdf (2.636Mb)
    Date
    2026
    Author
    Ramadhan, Fariz Putra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang : Nyeri punggung bawah (NPB) adalah sensasi nyeri yang terjadi pada punggung bawah (T12-S1) yang disebabkan oleh adanya gangguan struktur di area punggung bawah maupun penyebab yang belum jelas. Faktor pekerjaan dapat menjadi risiko terjadinya NPB, salah satunya ojek daring yang dalam beberapa tahun belakangan menjadi salah satu pekerjaan yang berkembang seiring perkembangan teknologi. Pengemudi ojek daring sering menghabiskan waktu yang lama mengendarai sepeda motor akibat tingginya kebutuhan transportasi daring yang dinilai efektif. Durasi berkendara yang lama disertai beberapa faktor lain seperti usia dapat menjadi faktor risiko terjadinya NPB pada pengemudi ojek daring. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara durasi berkendara dan usia terhadap kejadian NPB pada pengemudi ojek daring laki-laki di Kota Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan pada pengemudi ojek daring laki-laki di Kota Yogyakarta berusia antara 20 hingga 60 tahun yang meliputi 97 subjek penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional yang menggunakan data primer berupa kuesioner The Pain and Distress Scale yang telah dimodifikasi dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk mengumpulkan data nyeri punggung bawah. Analisis statistik dua variabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan hasil signifikansi p<0,05. Hasil : Prevalensi NPB pada pengemudi ojek daring dengan durasi berkendara lebih dari 7 jam 2,370 kali lebih tinggi dibandingkan prevalensi NPB pada pengemudi ojek daring yang berkendara dengan durasi kurang dari 7 jam (PR: 2,370; 95% CI: 1,106-5,075) dan prevalensi NPB pada pengemudi ojek daring yang berusia lebih dari atau sama dengan 40 tahun 2,446 kali lebih tinggi dibandingkan prevalensi NPB pada pengemudi ojek daring yang berusia kurang dari 40 tahun (PR: 2,446; 95% CI: 1,558-3,839). Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kejadian NPB dengan pengemudi ojek daring yang berkendara lebih dari 7 jam per hari dan pengemudi ojek daring yang berkendara kurang dari 7 jam per hari (p=0,007) serta terdapat perbedaan yang signifikan antara kejadian NPB dengan pengemudi ojek daring yang berusia lebih dari atau sama dengan 40 tahun dan pengemudi ojek daring yang berusia kurang dari 40 tahun (p=0,000).
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63092
    Collections
    • Medical Education [2934]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV