Show simple item record

dc.contributor.authorArtiani, Listya Endang
dc.date.accessioned2026-05-30T06:34:36Z
dc.date.available2026-05-30T06:34:36Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63087
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan menganalisis secara empiris pengaruh permodalan dan persaingan pasar terhadap stabilitas perbankan dalam konteks sistem perbankan ganda Indonesia yang mencakup bank umum konvensional dan bank umum syariah. Stabilitas perbankan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan sistem keuangan nasional, terutama dalam menghadapi guncangan makroekonomi seperti krisis keuangan global dan pandemi COVID-19. Meskipun rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Indonesia menunjukkan tren peningkatan, dinamika stabilitas tidak selalu bergerak searah, yang mengindikasikan adanya hubungan non-linier antara modal, persaingan, dan risiko. Selain itu, struktur pasar yang oligopolistik serta perbedaan karakteristik model bisnis, kontrak pembiayaan, dan profil risiko antara bank konvensional dan syariah berpotensi menimbulkan heterogenitas dalam respons stabilitas. Penelitian ini mengintegrasikan capital buffer theory, quiet life hypothesis, serta hipotesis competition-stability dan competition-fragility dalam satu kerangka konseptual untuk menjelaskan bahwa modal berfungsi sebagai penyangga risiko hingga tingkat optimal, sedangkan persaingan dapat meningkatkan efisiensi maupun mendorong pengambilan risiko berlebih. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan data panel tingkat bank periode 2017-2023 yang mencakup fase pra-pandemi, krisis, dan pemulihan ekonomi. Stabilitas diukur menggunakan Z-score, permodalan diproksi dengan CAR dan kuadratnya untuk menguji non-linearitas, serta persaingan diproksi dengan Lerner Index. Model diestimasi menggunakan panel dinamis dan non-linier untuk mengatasi endogenitas, menangkap persistensi stabilitas, serta menguji efek ambang dan interaksi antarvariabel. Hasil menunjukkan bahwa permodalan berpengaruh positif signifikan terhadap stabilitas hingga mencapai titik optimal, kemudian mengalami penurunan manfaat marginal (pola inverted U-shape). Persaingan juga menunjukkan pengaruh non-linier, di mana tingkat persaingan moderat meningkatkan stabilitas, sedangkan persaingan ekstrem menambah risiko. Efektivitas modal terbukti bergantung pada struktur persaingan, dan terdapat perbedaan respons signifikan antara bank konvensional dan syariah. Temuan ini memberikan implikasi kebijakan berupa pentingnya kalibrasi modal optimal, pengawasan berbasis struktur pasar, serta kebijakanen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStabilitas Perbankanen_US
dc.subjectCapital Adequacy Ratioen_US
dc.subjectPersaingan Perbankanen_US
dc.subjectSistem Perbankan Gandaen_US
dc.subjectPanel Dinamisen_US
dc.titlePermodalan, Persaingan, dan Stabilitas Perbankan dalam Sistem Perbankan Ganda Indonesia: Analisis Dinamis dan Nonlinieren_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18931004


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record