Hubungan Kesehatan Lingkungan dengan Psychological Well-being Perempuan Pedesaan di Daerah Rawan Bencana Gunung Merapi
Abstract
Latar Belakang : Kesehatan mental di pedesaan dan kelompok rentan sering
terabaikan, padahal WHO menekankan bahwa kesehatan mencakup
kesejahteraan mental dan sosial. Pada erupsi Merapi yang berulang, penyintas
mengalami tekanan lingkungan berkepanjangan, sementara perempuan
pedesaan menjadi kelompok paling rentan karena faktor sosial budaya. Kerusakan
layanan air dan sanitasi saat bencana menambah risiko psikologis, privasi, dan
penyakit, yang berkaitan dengan meningkatnya gejala gangguan mental akibat
keterbatasan WASH.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesehatan
lingkungan dengan psychological well-being perempuan pedesaan di daerah
rawan bencana Gunung Merapi.
Metode : Penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan sampel 231
perempuan pedesaan di daerah rawan bencana Merapi yang diambil melalui
clustered-random sampling. Instrumen berupa kuesioner diberikan dan data
dianalisis dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS 23.0.
Hasil : Hasil penelitian bivariat menunjukkan tidak ditemukan adanya hubungan
antara kesehatan lingkungan dengan psychologicall well-being perempuan
pedesaan di daerah rawan bencana gunung merapi. Hal ini dibuktikan jika hasil uji
keseluruhan variabel kesehatan lingkungan dengan nilai p > 0,05. Hasil penelitian
multivariat menunjukkan apabila tidak terdapat hubungan siginifikan pada tiap-tiap
faktor kesehatan lingkungan dengan psychologicall well-being perempuan
pedesaan di daerah rawan bencana gunung merapi, hal ini dibuktikan dengan nilai
p > 0,05 (sumber air minum 0,488 > 0,05 dst.). Pada hasil uji banding tiga
kabupaten tidak ditemukan adanya perbedaan siginifikan diantara ketiga
kabupaten.
Simpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kesehatan
lingkungan dengan psychological well-being perempuan pedesaan di daerah
rawan bencana Gunung Merapi. Tidak adanya hubungan bermakna antara tiap-
tiap faktor kesehatan lingkungan dengan psychologicall well-being perempuan
pedesaan di daerah rawan bencana gunung merapi. Tidak ditemukan perbedaan
siginfiikan antara tiga kabupaten dengan daerah rawan bencana Gunung Merapi.
Collections
- Medical Education [2934]
