| dc.description.abstract | Pendidikan bagi anak tunagrahita tidak hanya berorientasi pada
pengembangan keterampilan fungsional dan kemandirian, tetapi
juga pada pembentukan karakter keislaman. Sekolah Luar Biasa
(SLB) sebagai satuan pendidikan khusus memiliki peran strategis
dalam menanamkan nilai-nilai karakter keislaman melalui
pendekatan yang adaptif salah satunya adalah pendidikan profetik,
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan nilai
pendidikan profetik dalam membentuk karakter keislaman siswa
tunagrahita secara kontekstual dan aplikatif, Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.
Penelitian dilakukan di SLB Negeri B Garut dengan subjek Guru
Kelas, Guru Pendidikan Agama Islam dan siswa tunagrahita. Tehnik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi
dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles
dan Huberman dengan uji keabsahan data dilakukan melalui
triangulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pembentukan karakter keislaman siswa tunagrahita di SLB Negeri B
Garut dilakukan melalui pembelajaran yang fleksibel, bertahap,
pembiasaan berkelanjutan, keteladanan, pendampingan guru dan
kontekstual sesuai dengan kemampuan siswa. Nilai pendidikan
profetik diterapkan melalui kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler.
Strategi penerapan nilai terintegrasi dalam mata pelajaran PAI,
Pendidikan Pancasila, pembelajaran vokasional dan program khusus
yang mencerminkan nilai humanisasi, liberasi dan transendensi
secara praktis bukan sekedar teoritis. Nilai profetik diwujudkan juga
dalam berbagai program sekolah dan budaya positif. Melalui
pembiasaan yang konsisten, siswa dilatih untuk menunjukkan
perilaku religius, mandiri, disiplin, peduli dan bertanggung jawab
sesuai dengan kemampuan mereka. Dengan demikian, nilai
pendidikan profetik tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupkan dalam
aktivitas keseharian siswa sehingga membentuk karakter keislaman
secara sederhana, nyata dan bermakna. | en_US |