Analisis Efisiensi Pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggunakan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi pengelolaan
zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) periode 2020–2024 serta
menguji pengaruh jumlah pegawai, rasio Allocation to Collection Ratio (ACR),
jumlah rapat, dan sistem pembayaran terhadap efisiensi tersebut. Penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Data Envelopment Analysis
(DEA) berorientasi input untuk mengukur efisiensi relatif, serta regresi Tobit untuk
menganalisis determinan efisiensi. Data yang digunakan merupakan data sekunder
berupa laporan keuangan dan laporan kinerja BAZNAS.
Hasil analisis DEA menunjukkan bahwa rata-rata tingkat efisiensi
pengelolaan zakat selama periode penelitian sebesar 71 persen, yang
mengindikasikan bahwa secara umum pengelolaan zakat belum sepenuhnya
efisien. Inefisiensi terutama disebabkan oleh penggunaan input berupa total aset
dan biaya operasional yang belum optimal dalam menghasilkan output berupa ZIS
yang terkumpul dan tersalurkan. Analisis potential improvement menunjukkan
bahwa pengendalian biaya operasional menjadi strategi utama untuk mencapai
efisiensi relatif.
Hasil regresi Tobit menunjukkan bahwa secara simultan variabel jumlah
pegawai, rasio ACR, jumlah rapat, dan sistem pembayaran berpengaruh terhadap
efisiensi. Namun secara parsial, hanya sistem pembayaran yang berpengaruh
signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran berperan
penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan zakat, sedangkan faktor
kuantitatif organisasi tidak secara langsung menentukan tingkat efisiensi.
Collections
- Master of Accountancy [314]
