• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efektivitas Mediasi di Pengadilan Agama Temanggung Tahun 2023-2025 (Analisis Alternative Dispute Resolution Dalam Hukum Islam)

    Thumbnail
    View/Open
    21913092.pdf (2.832Mb)
    Date
    2026
    Author
    Hanif, Fikri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Mediasi sebagai instrumen wajib dalam penyelesaian sengketa di Peradilan Agama, masih menghadapi tantangan efektivitas yang signifikan. Studi-studi terdahulu menunjukkan adanya kesenjangan capaian antara perkara perceraian dan non-perceraian, namun belum banyak yang mengkaji secara komparatif dalam satu locus yang sama serta mengungkap faktor determinan di balik perbedaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan model sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh dari seluruh register mediasi tahun 2023-2025 sebanyak 575 perkara, yang dianalisis secara statistik deskriptif dan komparatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga mediator hakim dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, secara agregat, tingkat keberhasilan total mediasi (akta perdamaian/pencabutan) hanya mencapai 11,65% dari 575 perkara. Kedua, terdapat perbedaan signifikan dan konsisten antara perkara perceraian dan non- perceraian. Perkara perceraian yang mendominasi (90,78% dari total perkara) hanya memiliki tingkat keberhasilan rata-rata 9,19%, sementara perkara non-perceraian (9,22% dari total perkara) mencapai keberhasilan rata-rata 35,84%. Ketiga, perbedaan ini terutama disebabkan oleh sifat objek sengketa. Perkara perceraian merupakan konflik destruktif dengan objek emosional-relasional yang telah mengalami eskalasi dan kehilangan itikad baik (iradah ishlah), sehingga mediasi sulit mencapai rekonsiliasi total. Sebaliknya, perkara non-perceraian bersifat materialistik-rasional dengan objek sengketa yang dapat dinegosiasikan, sehingga lebih terbuka terhadap solusi win-win. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori efektivitas mediasi dengan mengintroduksi variabel "sifat objek sengketa" sebagai faktor determinan, serta mengonfirmasi relevansi konsep ishlāḥ dalam hukum Islam sebagai kerangka normatif yang menjelaskan mengapa mediasi perkara emosional membutuhkan pendekatan berbeda dibanding perkara materialistik.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63000
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1789]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV