• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Thesis
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tradisi Cuci Kampung dalam Penyelesaian Kasus Perzinaan : Analisis ‘urf dan Maṣlaḥah Perspektif KH. Ali Yafie Pada Masyarakat Muslim Kabupaten Tebo

    Thumbnail
    View/Open
    22913070.pdf (3.247Mb)
    Date
    2026
    Author
    Setriani, Leni
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Zina adalah tindak pidana yang dalam syariat Islam merupakan tindak pidana (jarimah) hudud. Pelaku tindak pidana perzinaan menurut perspektif hukum Islam disebut muhshan dan ghairu muhshan dengan hukuman rajam dan dera 100 kali. Dalam perspektif hukum positif Tindak pidana perzinaan diatur dalam Pasal 284 KUHP ayat (1) dengan hukuman penjara paling lama sembilan bulan. Adapun dalam sistem hukum adat segala tindakan yang bertentangan dengan peraturan adat merupakan tindakan ilegal. Hukum adat mengenal pula upaya-upaya untuk memulihkan hukum jika hukum itu dilanggar. Hukum adat tidak mengadakan pemisahan antara pelanggaran hukum yang mewajibkan tuntutan untuk memperbaiki kembali hukum di dalam ruang lingkup pidana dengan pelanggaran hukum yang hanya dapat dituntut didalam ruang lingkup perdata. Hukum adat yang berlaku di Kabupaten Tebo sudah mengakar dan masih dipraktekan hingga kini. Perbuatan zina yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Tebo harus dikenakan sanksi adat berupa tradisi cuci kampung. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mengandung muatan sosial dan spiritual. Hal ini juga sejalan dengan maqashid syariah dalam menetapkan hukum adalah al-maslahah atau maslahat, yaitu untuk memberikan kemaslahatan kepada umat manusia dalam kehidupannya di dunia, maupun dalam persiapannya menghadapi kehidupan akhirat. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang tradisi cuci kampung dan analisis pemikiran tokoh terkait perspektif ‘urf dan maslahah terkait tradisi cuci kampung dalam perkara perzinaan di Kabupaten Tebo. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan studi literatur. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data berupa wawancara terhadap tiga orang narasumber pada tenggat waktu bulan Juni 2025 sampai bulan Oktober 2025. Wawancara dilakukan secara langsung dan melalui telpon. Menurut Ali Yafie sang penggagas fiqih sosial, "maslahah atau kemaslahatan adalah segala sesuatu yang menjadi hajat hidup, dibutuhkan dan menjadi kepentingan, berguna dan mendatangkan kebaikan bagi seorang manusia". kemashlahatan itu berkisar pada dua hal pokok, yaitu jalb al manfa'ah (mewujudkan manfaat atau kegunaan) dan daf ‘al-madhdrarah (menghindarkan kemelaratan). Selanjutnya, dalam perspektif ‘urf, yaitu adat atau kebiasaan masyarakat yang hidup dan diakui. Tradisi cuci kampung dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih jika tidak bertentangan dengan Syariah.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62963
    Collections
    • Master of Islamic Studies [1783]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV