Show simple item record

dc.contributor.authorSari, Dian Novita
dc.date.accessioned2026-05-23T06:21:28Z
dc.date.available2026-05-23T06:21:28Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/62938
dc.description.abstractPestisida merupakan zat senyawa kimia (zat pengatur tumbuh dan perangsang tumbuh), organisme renik, virus dan zat lain-lain yang digunakan untuk melakukan perlindungan tanaman atau bagian tanaman. Ketergantungan petani terhadap pestisida masih tinggi dan akibatnya muncul beberapa dampak negatif, di antaranya terjadinya pencemaran lingkungan yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekosistem, terbunuhnya musuh alami dan serangga bukan sasaran. Indonesia merupakan penghasil minyak atsiri tersohor di dunia. Minyak dari daun selasih ungu salah satu contohnya. Ekstrak daun selasih (Ocimum santum) diindikasi mengandung senyawa metil eugenol. Metil eugenol adalah suatu senyawa yang dikenal sebagai semio chemicals. Semio chemical dapat mempengaruhi tingkah laku hewan serangga, seperti perilaku mencari makanan, meletakkan telur, hubungan seksual dan lainnya, salah satu bahan semio cemical adalah metil eugenol (C11H12O8) yang merupakan atraktan lalat buah yang dapat merangsang olfactory (alat sensor) serangga. Penambahan minyak kelapa murni atau lebih dikenal dengan VCO dengan metil eugenol dari selasih ungu dan variasi warna botol FFT (fruitflytrapper) dapat mempengaruhi dari keefektifan sebagai atraktan lalat buah dibanding hanya dengan menggunakan metil eugenol yang didapat dari tanaman selasih ungu.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectVCO,en_US
dc.subjectMinyak Atsiri,en_US
dc.subjectFruitfly Trapper,en_US
dc.subjectselasih Ungu,en_US
dc.subjectOcimum Canumen_US
dc.titlePengaruh Warna Botol dan Penambahan VCO (Virgin Coconut Oil) pada Umpan Fruitfly Trapper Berbasis Minyak Selasih Ungu (Ocimum canum, Sims)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM11612050


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record